Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Collaboration strategy in the development and inheritance of Archipelago’s Arts Yuliawan Kasmahidayat; Hasanuddin Hasanuddin
Journal of Indigenous Culture, Tourism, and Language Vol. 1 No. 1 (2025): March
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jictl.v1i1.1065

Abstract

Purpose: To increase the value of repertoire in interactions between humans, religion, and the state as an effort to inherit the arts and culture of the archipelago. Research Methodology: In addition to primary data sources from resource persons at the art study sites, secondary data sources from various articles, journals, and videos from YouTube are also used in the SWOT analysis process. Results: The strategy for the inheritance of the archipelago's arts is found in the art of Kuda Renggong, which creates a creative, reactive, formative attitude, and synergizes with the development of Indonesian culture 5.0. Conclusions: Education plays a role in preserving cultural values and fostering social unity. Adapting Society 5.0 in Indonesia requires attention to cultural diversity. Collaborative strategies involving education, conservation, and creative industries are key. The Kuda Renggong performance exemplifies cultural innovation in the digital era. Limitations: The studies and analysis results in this article can be used as the basis for other research studies that analyze the influence of technological progress on the development of the cultural arts of the archipelago. Contribution: As a basis for studies based on Anthropology, Cultural Studies, and Art Education which are able to analyze various studies in multi-disciplinary ways.
Pembelajaran Tari Berbasis Blended Learning pada Ekstrakurikuler Seni Tari di SMP Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Zalma Putri Haryadi; Yuliawan Kasmahidayat; Fitri Kurniati
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 8 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi blended learning dalam pembelajaran tari pada siswa SMP yang mengikuti program ekstrakurikuler tari di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Pembelajaran tari tidak hanya berfungsi sebagai praktik artistik, tetapi juga menjadi media untuk menjaga keterhubungan siswa dengan budaya Indonesia di lingkungan multikultural. Penelitian ini berfokus pada proses pembelajaran Tari Banus, yaitu materi tari yang dikembangkan melalui integrasi kosakata gerak tradisional Jawa Barat dan ekspresi tari kreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model blended learning diterapkan melalui enam tahapan utama. Model ini memungkinkan siswa untuk belajar secara fleksibel, berlatih secara mandiri, dan memperoleh koreksi langsung dalam sesi tatap muka yang terbatas. Siswa mengalami beberapa kendala dalam proses pembelajaran. Namun, integrasi pembelajaran daring dan luring mendukung perkembangan penguasaan gerak, partisipasi, dan motivasi belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa blended learning dapat menjadi model pembelajaran tari yang relevan secara kontekstual dalam kegiatan ekstrakurikuler, khususnya pada sekolah Indonesia di luar negeri yang menghadapi keterbatasan geografis dan sumber daya.