Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah, namun masih banyak yang menghadapi kendala dalam penguatan branding, khususnya pada aspek identitas visual. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh desain yang tidak dirancang berdasarkan kebutuhan usaha dan karakter pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi desain kreatif berbasis kebutuhan UMKM sebagai strategi penguatan branding pada salah satu UMKM yang berlokasi di Pasar Kemuning, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal UMKM belum memiliki sistem branding yang terencana, ditandai dengan identitas visual yang sederhana, tidak konsisten, dan kurang merepresentasikan nilai lokal. Melalui proses identifikasi kebutuhan desain yang melibatkan pelaku UMKM secara aktif, dilakukan perancangan ulang identitas visual yang mencakup logo, kemasan produk, dan elemen visual pendukung. Implementasi desain kreatif berbasis kebutuhan terbukti mampu meningkatkan konsistensi visual, memperkuat identitas merek, serta meningkatkan daya tarik dan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa desain kreatif berbasis kebutuhan tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai strategi branding yang efektif dan berkelanjutan. Pendekatan ini mampu menjawab permasalahan lemahnya identitas visual UMKM serta meningkatkan daya saing usaha, khususnya di kawasan dengan potensi pasar dan wisata seperti Pasar Kemuning.