Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Desain Kreatif Berbasis Kebutuhan UMKM sebagai Strategi Penguatan Branding Irfan Fauzy; Muhamad Fikri; Ikhwanul Kurnia Rahman
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 01 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah, namun masih banyak yang menghadapi kendala dalam penguatan branding, khususnya pada aspek identitas visual. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh desain yang tidak dirancang berdasarkan kebutuhan usaha dan karakter pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi desain kreatif berbasis kebutuhan UMKM sebagai strategi penguatan branding pada salah satu UMKM yang berlokasi di Pasar Kemuning, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal UMKM belum memiliki sistem branding yang terencana, ditandai dengan identitas visual yang sederhana, tidak konsisten, dan kurang merepresentasikan nilai lokal. Melalui proses identifikasi kebutuhan desain yang melibatkan pelaku UMKM secara aktif, dilakukan perancangan ulang identitas visual yang mencakup logo, kemasan produk, dan elemen visual pendukung. Implementasi desain kreatif berbasis kebutuhan terbukti mampu meningkatkan konsistensi visual, memperkuat identitas merek, serta meningkatkan daya tarik dan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa desain kreatif berbasis kebutuhan tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai strategi branding yang efektif dan berkelanjutan. Pendekatan ini mampu menjawab permasalahan lemahnya identitas visual UMKM serta meningkatkan daya saing usaha, khususnya di kawasan dengan potensi pasar dan wisata seperti Pasar Kemuning.
Perancangan dan Analisis Simulasi VLAN untuk Optimasi Jaringan di Institusi Pendidikan Muhammad Rafly Azmi; Muhamad Fikri; Fauzi Abdul Rohim; Landjar Wira Laksmana
An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education Vol. 2 No. 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah menjadikan jaringan komputer sebagai infrastruktur utama dalam mendukung aktivitas akademik dan administrasi di institusi pendidikan. Peningkatan jumlah pengguna dan perangkat jaringan yang tidak diimbangi dengan pengelolaan jaringan yang optimal sering menimbulkan permasalahan, seperti tingginya trafik broadcast, penurunan kinerja jaringan, serta ketidakstabilan layanan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penggunaan Virtual Local Area Network (VLAN), yang memungkinkan segmentasi jaringan secara logis tanpa penambahan infrastruktur fisik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis simulasi penerapan VLAN sebagai upaya optimasi kinerja jaringan di institusi pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode simulasi jaringan dengan membandingkan kinerja jaringan sebelum dan sesudah penerapan VLAN. Perancangan jaringan dilakukan dengan membangun dua skenario, yaitu jaringan tanpa segmentasi dan jaringan dengan penerapan VLAN berdasarkan pengelompokan pengguna dan fungsi jaringan. Parameter kinerja jaringan yang dianalisis meliputi throughput, delay, dan packet loss sebagai indikator kualitas layanan jaringan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan VLAN mampu mengurangi trafik broadcast secara signifikan, meningkatkan efisiensi penggunaan bandwidth, serta memperbaiki kinerja jaringan secara keseluruhan. Peningkatan throughput, penurunan delay, dan minimnya packet loss membuktikan bahwa VLAN efektif dalam mengoptimalkan jaringan. Selain itu, penerapan VLAN juga memberikan keuntungan dari sisi manajemen dan keamanan jaringan. Dengan demikian, VLAN dapat direkomendasikan sebagai solusi strategis dalam pengelolaan jaringan institusi pendidikan yang membutuhkan kinerja jaringan yang efisien, stabil, dan andal.
STRATEGI PENERAPAN ELEMEN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DALAMMEMBANGUN CITRA BRAND DIGITAL, STUDI KASUS @Tndon_Id Muhammad Angga; Muhamad Fikri
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i2.2118

Abstract

This study aims to analyze the strategy of implementing visual communication design elements in building a digital brand image on the Instagram account @tndon_id. The research employs a descriptive qualitative approach with a single case study method to provide an in-depth understanding of visual practices in a real-world context. Data were collected through visual observation of feed content, interviews with account managers, and supporting documentation, then analyzed using visual communication design principles such as color, typography, illustration, and layout. The findings reveal that @tndon_id applies visual communication design strategically and consistently as a communication system rather than merely an aesthetic element. Strong visual consistency contributes to the formation of a recognizable brand identity and enhances perceptions of professionalism and credibility among audiences. Furthermore, the implementation of clear typographic hierarchy, visual storytelling through illustrations, and structured layout patterns effectively supports fast and clear message delivery, aligning with the characteristics of social media audiences. Content segmentation with distinct yet integrated visual styles also plays a key role in maintaining both consistency and flexibility. These findings highlight that visual communication design serves as a crucial strategic instrument in building a strong digital brand image, particularly on dynamic social media platforms.
PENERAPAN CROSS-CULTURAL UX DALAM WEBSITE MOOI FILTERS Zidan Jamili Muslim; Muhamad Fikri
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i2.2127

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Cross-Cultural User Experience (UX) on the MOOI Filters website and to develop a more adaptive design solution for international users. The research is motivated by the growing importance of cross-cultural user experience in supporting global market expansion, particularly for local Indonesian business websites. The main issues identified include unclear information structure, unsystematic navigation, and content delivery that does not fully meet the needs of international users. The research employs a Design Thinking method with a descriptive qualitative approach, consisting of the stages of empathize, define, ideate, prototype, and testing. Data were collected through direct website observation, UX element analysis based on Cross-Cultural UX theory, and expert validation using Heuristic Evaluation based on Nielsen’s ten usability principles. The redesign process focuses on simplifying navigation, improving information hierarchy, restructuring visual elements, and presenting more explicit and globally understandable content. The results indicate a significant improvement in design quality. The average UX evaluation score increased from 2.87 to 4.22 (on a 1–5 scale), reflecting an improvement from “moderate” to “good–very good.” The most notable improvements were observed in recognition rather than recall, help and documentation, and error recovery. These findings demonstrate that the Cross-Cultural UX approach effectively enhances information clarity, access efficiency, and global readiness. Therefore, it can be concluded that this approach is a relevant solution for reducing interaction barriers and improving overall user experience.