Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Perbandingan Warna dan Huruf pada Aplikasi Google Maps dan Waze bagi Pengguna Buta Warna Muhammad Angga; Muhammad Fikri; Fatkhy Muhammad Farhat
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan aplikasi navigasi digital seperti Google Maps dan Waze telah memberikan kontribusi besar dalam menunjang mobilitas masyarakat modern. Namun, ketergantungan aplikasi navigasi terhadap elemen visual, khususnya warna dan tipografi, masih menyisakan persoalan aksesibilitas bagi pengguna dengan gangguan penglihatan warna atau buta warna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan penggunaan warna dan huruf pada aplikasi Google Maps dan Waze dari perspektif aksesibilitas visual bagi pengguna buta warna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi antarmuka aplikasi, simulasi buta warna (protanopia, deuteranopia, dan tritanopia), serta studi literatur terkait prinsip desain inklusif dan aksesibilitas visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Google Maps menerapkan palet warna yang lebih minimalis dengan kontras kecerahan yang relatif tinggi serta tipografi yang konsisten, sehingga informasi navigasi tetap dapat dipahami oleh pengguna buta warna. Sementara itu, Waze menampilkan desain visual yang lebih ekspresif dan variatif, namun pada kondisi tertentu menimbulkan ambiguitas persepsi warna, terutama pada indikator lalu lintas dan peringatan. Dari aspek tipografi, kedua aplikasi menggunakan jenis huruf sans-serif, tetapi Google Maps dinilai lebih unggul dalam menjaga keterbacaan dan konsistensi visual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan prinsip desain inklusif, seperti kontras tinggi, tipografi sederhana, dan penggunaan penanda visual non-warna, sangat penting dalam mendukung aksesibilitas aplikasi navigasi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembang aplikasi dalam merancang antarmuka navigasi yang lebih ramah, aman, dan inklusif bagi seluruh pengguna, termasuk pengguna dengan gangguan penglihatan warna.
Analisis Usability Sistem Informasi Berbasis Web Menggunakan Metode System Usability Scale (SUS) Abbad Hisyam Al Qossam; Deni Aditya Warman; Abdullah Abdullah; Candra Milad Ridha Eislam; Muhammad Fikri
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usability merupakan aspek penting dalam pengembangan sistem informasi berbasis web karena berpengaruh langsung terhadap efektivitas penggunaan dan kepuasan pengguna. Sistem yang memiliki fitur lengkap belum tentu dapat dimanfaatkan secara optimal apabila tidak didukung oleh tingkat kemudahan penggunaan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat usability pada sistem informasi berbasis web menggunakan metode System Usability Scale (SUS). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner SUS yang terdiri dari sepuluh pernyataan. Responden penelitian merupakan pengguna yang telah berinteraksi langsung dengan sistem informasi berbasis web yang diteliti. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode perhitungan standar SUS untuk menghasilkan skor usability dalam rentang 0–100. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi berbasis web memperoleh skor SUS sebesar 78,5 yang berada pada kategori acceptable dengan grade scale B dan adjective rating “good”. Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum sistem telah memiliki tingkat usability yang baik, mudah dipelajari, serta mampu mendukung pengguna dalam menyelesaikan tugas secara efektif dan efisien. Meskipun demikian, hasil analisis juga menunjukkan adanya beberapa aspek yang masih perlu ditingkatkan, khususnya terkait konsistensi antarmuka dan pengalaman pengguna. Oleh karena itu, evaluasi usability menggunakan metode SUS terbukti efektif dalam memberikan gambaran objektif mengenai kualitas sistem serta dapat dijadikan dasar dalam pengembangan sistem secara berkelanjutan agar lebih berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Optimasi Kinerja Jaringan Topologi Ring Berbasis Topologi Mesh pada Lingkungan Lab Komputer Daffa Firdaus Al Kautsar; Muhammad Fikri; Ahmad Fikri Salim; Narendra Dylan Nugraha; Ari Ramadhan
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan komputer memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pembelajaran dan praktikum di lingkungan laboratorium komputer. Salah satu topologi jaringan yang masih banyak digunakan adalah topologi ring karena memiliki struktur sederhana dan efisiensi penggunaan media transmisi. Namun, topologi ring memiliki kelemahan utama berupa ketergantungan antar node dalam satu jalur komunikasi, sehingga berpotensi menurunkan kinerja jaringan ketika terjadi gangguan atau peningkatan beban lalu lintas data. Permasalahan tersebut dapat berdampak pada menurunnya kualitas layanan jaringan, seperti rendahnya throughput, meningkatnya delay, dan tingginya packet loss. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimasi kinerja jaringan topologi ring pada lingkungan laboratorium komputer dengan menerapkan pendekatan topologi mesh secara parsial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan melakukan pengujian kinerja jaringan sebelum dan sesudah optimasi. Parameter yang dianalisis meliputi throughput, delay, dan packet loss sebagai indikator utama kualitas layanan jaringan. Pengujian dilakukan pada kondisi penggunaan jaringan yang merepresentasikan aktivitas nyata di laboratorium komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan topologi ring mengalami penurunan kinerja yang signifikan ketika digunakan secara simultan oleh banyak pengguna. Setelah dilakukan optimasi dengan penambahan jalur komunikasi alternatif berbasis topologi mesh, kinerja jaringan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh meningkatnya throughput serta menurunnya nilai delay dan packet loss. Temuan ini membuktikan bahwa optimasi jaringan berbasis topologi mesh parsial mampu meningkatkan keandalan, stabilitas, dan efisiensi jaringan. Dengan demikian, pendekatan ini dapat dijadikan solusi yang efektif dan aplikatif untuk meningkatkan kualitas jaringan laboratorium komputer tanpa harus mengganti keseluruhan infrastruktur jaringan.
Optimasi Kinerja Jaringan Metro Ethernet Berbasis Manajemen Bandwidth Pada Lingkungan Jaringan Kampus Muchamad Satrio Witjaksono Aidad; Muhammad Fikri; Fauzi Abdul Rohim
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 2 No 01 (2026): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan kampus mendorong meningkatnya kebutuhan akan jaringan komputer yang andal, stabil, dan berkecepatan tinggi. Jaringan Metro Ethernet banyak digunakan sebagai infrastruktur utama untuk menghubungkan berbagai gedung dan unit kerja di kampus karena memiliki skalabilitas dan efisiensi yang baik. Namun, meningkatnya jumlah pengguna serta beragamnya jenis layanan jaringan sering menimbulkan permasalahan kinerja, terutama akibat penggunaan bandwidth yang tidak terkelola secara optimal. Kondisi ini berdampak pada ketimpangan akses jaringan, penurunan kualitas layanan, serta terganggunya aktivitas akademik dan administrasi kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi optimasi kinerja jaringan Metro Ethernet berbasis manajemen bandwidth dalam lingkungan jaringan kampus. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai sumber pustaka yang membahas Metro Ethernet, manajemen bandwidth, dan Quality of Service (QoS). Hasil kajian menunjukkan bahwa permasalahan utama kinerja jaringan bukan terletak pada keterbatasan kapasitas bandwidth, melainkan pada tidak adanya pengaturan dan prioritas penggunaan bandwidth yang efektif. Penerapan manajemen bandwidth melalui pengelompokan layanan berbasis prioritas, pengendalian trafik, serta pemantauan kinerja jaringan secara berkelanjutan terbukti mampu meningkatkan parameter QoS seperti throughput, delay, jitter, dan packet loss. Dengan demikian, manajemen bandwidth menjadi solusi strategis untuk menjamin kualitas layanan jaringan yang stabil, adil, dan efisien tanpa harus menambah kapasitas bandwidth secara signifikan.