p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AL-ASHLAH
M Amir Mahmud
Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AL-ASHLAH

IMPLEMENTASI HUKUM KELUARGA SEBAGAI REKAYASA SOSIAL MASYARAKAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN HUKUM DAN KEPATUHAN HUKUM M. Mutamakin; M Amir Mahmud
AL-ASHLAH : Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 1 No. 1 (2022): (January 2022)
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family law is in an important position in community life, contributing to creating and realizing an orderly and harmonious society. Family law becomes very interesting to be studied and discussed with the aim of developing human resources so that it can be reformed to family members. Thus to keep a substantive eye on the issues that occur, the legislature hopes to reform family law that can serve as a buffer in people's lives. The research focuses on family law as a form of community social engineering to build and raise legal awareness and the state must be present to provide signs of all regulations issued by it.
PERTAHANAN TRADISI PERKAWINAN SUKU BUGIS MUNCAR BANYUWANGI M Amir Mahmud
AL-ASHLAH : Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 1 No. 2 (2022): (July 2022)
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana tradisi pernikahan masyarakat Bugis di Muncar Banyuwangi dan bagaimana masyarakat Bugis dapat mempertahankan tradisi pernikahan mereka. Pembelaan terhadap tradisi pernikahan Bugis di Muncar belum pernah dikaji, sehingga perlu dilakukan kajian mendalam terkait tradisi pernikahan masyarakat Bugis di Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, metode yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelaan tradisi pernikahan Bugis Muncar mulai memudar, hal ini dikarenakan masyarakat mulai terbuka untuk berubah. Hubungan dominasi dipertahankan melalui keberadaan panai'.