Wanita memiliki risiko terkena kanker payudara dan kanker serviks. Kader kesehatan memiliki peranan penting dalam mengedukasi setiap wanita disekitarnya untuk mampu melakukan skrining faktor risiko dan deteksi dini kanker secara mandiri dengan menggunakan media aplikasi android. Kegiatan ini dilaksanakan pada 27 Juli 2024 di Puskesmas Tateli, Sulawesi Utara. Peserta adalah kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Tateli yang berjumlah 44 orang. Tahap pelaksanaan kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan program. Media utama yang digunakan dalam kegiatan ini adalah aplikasi Android VWOMCARE. Aplikasi tersebut dilengkapi dengan berbagai fitur, termasuk materi edukasi yang dapat dimanfaatkan oleh kader kesehatan, alat untuk melakukan skrining faktor risiko dan deteksi dini kanker pada wanita, serta panduan tindak lanjut yang perlu dilakukan apabila ditemukan tanda dan gejala yang mengarah pada penyakit kanker.Teknik pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil yang diperoleh menunjukkan peserta sangat senang dan antusias mengikuti pelatihan ini. Tingkat pengetahuan peserta tentang kanker payudara sebelum pelatihan mayoritas pada kategori cukup 79,54% dan setelah pelatihan mayoritas pada kategori baik 79,54%. Tingkat pengetahuan peserta tentang kanker serviks sebelum pelatihan mayoritas pada kategori cukup 77,27% dan setelah pelatihan mayoritas pada kategori baik 86,37%. Pelatihan penggunaan aplikasi Android terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader kesehatan sebagai agen edukasi dan pelaksana skrining faktor risiko dan deteksi dini kanker berbasis masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi VWOMCARE mempermudah akses informasi kesehatan dan dapat mempercepat skrining faktor risiko dan deteksi dini kasus kanker pada wanita.