Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Cakap Digital Guna Mengantisipasi Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) Untuk Forum Osis Padang Ayu Adriyani; AB Sarca Putera; Rian Surenda; Muhammad Al Fikrah Firlian
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1369

Abstract

Kuantitas yang tinggi menuntut keterampilan digital yang juga tinggi. Faktanya, konsekuensi tingginya aktivitas masyarakat di internet adalah munculnya beragam persoalan. Sementara itu, dalam menghadapi muculnya potensi-potensi permasalahan dibutuhkan kecakapan digital yang mumpuni. Berdasarkan uraian tersebut, melalui anggota Forum OSIS Padang, tim pengabdi melakukan analisis kebutuhan tentang kejahatan digital yang akrab dengan mereka dan sekiranya membutuhkan kecapakan digital yang tinggi. Hasilnya, fenomena Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) menjadi fokus utama yang memerlukan perhatian dan kecakapan. Tujuan pelaksanaan program pengabdian ini adalah untuk membangun hard skill dan soft skill peserta dalam pemanfaatan teknologi digital, utamanya dalam mengantisipasi kekerasan berbasis gender online. Kegiatan ini diikuti oleh 27 orang siswa yang berasal dari beragam sekolah di Kota Padang. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini terbagi atas tiga kegiatan utama, yaitu pre-program, program, dan post-program. Pada kegiatan pre-pogram dan post-program, kegiatan diimplementasikan dalam bentuk pre-test dan post-test untuk melihat sejauh mana perubahan pengetahuan anggota Forum OSIS Padang sebelum dan setelah kegiatan pengabdian dilaksanakan. Pada program utama, kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada peserta dengan membagi materi berdasarkan konsep pengenalan, upaya preventif, dan mitigasi. Kegiatan yang diselenggarakan pada bulan September 2024 ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan digital peserta terutama untuk menghadapi KBGO. Sebagai gambaran dari hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan dalam hal pemahaman tentang pentingnya consent (persetujuan) satu sama lain, peningkatan pengetahuan tentang bentuk-bentuk kejahatan siber yang melingkupi kekerasan berbasis gender online, serta peningkatan pengetahuan tentang mekanisme yang bisa diambil dalam merespons komunikasi yang mengarah pada kekerasan seksual.
Digital Activism Practices of Pelita Padang Community in Voicing Diversity Issues Through Instagram @pelita.padang AB Sarca Putera; Ayu Adriyani; Amin Akbar; Muhammad Al Fikrah Firlian
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 8 No. 2. December (2024): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v8i2.40079

Abstract

The Setara Institute for Democracy and Peace places Padang City on the list of 10 cities with the lowest tolerance levels from 2017 to 2023. This reflects that the city government's efforts to maintain diversity have not been optimal. Therefore, reflection is needed, one of which is through information technology to encourage the birth of digital activism. This study examines the social situation that triggers activism, especially in the digital space, and the optimization of digital platforms in supporting the movement. The study used a qualitative descriptive method through semi-structured interviews and document analysis. Data were analyzed from content uploaded by the Pelita Padang Community on Instagram @pelita.padang. The study results show that Indonesia's political and social dynamics mainly drive Pelita Padang's activism. This community effectively combines offline and online activities to expand the reach of its movement. Social media is used as a means of education, campaigning, and collaboration, strengthening their activism's impact. In conclusion, the combination of offline and digital activism by the Pelita Padang Community has responded to the challenges of intolerance in Padang City. This approach proves that optimizing social media can be a strategic tool to strengthen solidarity and diversity in society.