Bayu Agung Prahardika
Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Keragaman dan Potensi Pemanfaatan Gulma pada Lahan Sawah Budidaya Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Nabiilatussaniyya Nabiilatussaniyya; Much. Misbah Muhtadi; M. Mukhlis Fahruddin; Bayu Agung Prahardika
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.10914

Abstract

Gulma memiliki dampak negatif bagi pertumbuhan tanaman karena menimbulkan persaingan air, unsur hara dan ruang tumbuh termasuk pada budidaya tanaman tebu. Identifikasi jenis gulma dapat menjadi dasar pengambilan keputusan untuk menentukan teknik pengendalian gulma yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman jenis gulma yang ditemukan pada lahan sawah budidaya tebu serta potensi pemanfaatannya. Penelitian dilaksanakan di Desa Tajinan Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Jawa Timur mulai bulan April hingga Mei 2025 di lahan tebu rakyat yang dibudidayakan di lahan sawah. Penelitian ini menggunakan metode sampling kuadrat dengan plot ukuran 1x1 m pada transek sepanjang 20 meter dan diulang sebanyak tiga ulangan sehingga terdapat 60 plot pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 jenis gulma yang terdiri dari 11 spesies gulma berdaun lebar, 3 spesies gulma berdaun sempit dan 2 spesies rerumputan. Spesies gulma yang mendominasi adalah spesies Ageratum conyzoides dengan nilai SDR sebesar 26,78. Indeks keanekaragaman gulma berada pada kategori keragaman sedang dengan nilai 1,83. Indeks dominansi simpson menunjukkan bahwa tidak ada spesies gulma yang mendominasi. Gulma yang ditemukan memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam bidang kesehatan terutama untuk obat tradisional yaitu sebanyak 9 spesies, untuk pakan ternak sebanyak 4 spesies dan bahan pangan sebanyak 3 spesies.