Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pendapatan, kelayakan finansial, dan kontribusi budidaya kentang (Solanum tuberosum L.) terhadap perekonomian petani di Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini dilakukan di Desa Trawas Kecamatan Trawas dan di Desa Pacet Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Lokasi tersebut dipilih secara Purposive (sengaja) berdasarkan alasan karena sektor produksi kentang dengan intensiatas kegiatan usahatani yang cukup tinggi di kabupaten Mojokerto berada di desa tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, dengan data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan petani responden sebanyak 30 dengan luas lahan sekitar 6 Ha. Data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata dari budidaya kentang di Kabupaten Mojokerto mencapai Rp 2.199.154.000 per 8 hektar lahan, atau sekitar Rp 274.894.250 per hektar per musim, dengan total biaya produksi sebesar Rp 104.116.350 per hektar. Pendapatan bersih petani tercatat sebesar Rp 1.366.233.200 per musim, menunjukkan bahwa usaha ini sangat menguntungkan. Komponen biaya terbesar berasal dari tenaga kerja (26,8%), diikuti oleh pengeluaran untuk benih dan pupuk. Selain memberikan manfaat ekonomi, budidaya kentang juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani, menyerap tenaga kerja lokal, dan memperkuat ekonomi pedesaan. Kentang di Mojokerto memiliki potensi untuk menjadi sumber diversifikasi pendapatan dan pendorong ekonomi pedesaan melalui pengembangan industri pengolahan seperti keripik kentang dan stik kentang. Oleh karena itu, budidaya kentang telah terbukti efisien, secara ekonomi layak, dan memainkan peran penting dalam meningkatkan ekonomi komunitas pedesaan di Kabupaten Mojokerto.