Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

CITRAAN DALAM LIMA SAJAK KARYA AJIP ROSIDI DARI KUMPULAN PUISI TERKENANG TOPENG BETAWI Narwia
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 1 No. 2 (2016): Jurnal Bastra Edisi April 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan “Citraan atau imaji apasajakah yang terdapat dalam lima sajak pada kumpulan puisi Terkenang Topeng Betawi karya Ajip Rosidi?” Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan citraan (imaji) dalam sajak pada kumpulan puisi Terkenang Topeng Betawi karya Ajip Rosidi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa beberapa karya Ajip Rosidi dalam kumpulan puisi Terkenang Topeng Betawi. Puisi yang dimaksud adalah: (1)”Terkenang Topeng Cirebon, (2)puisi ibunda, (3)kisah lama, (4)Kusaksikan manusia dan (5)Tentang Maut”. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa kumpulan puisi Terkenang Topeng Betawi karya Ajip Rosidi. Yang diterbitkan oleh pustaka Jaya cetakan pertama tahun 1993 tebal buku 272 halaman. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, teknik simak, dan catat. Penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan struktural. Berdasar kananalisis data, maka dapat disimpulkan: (1)”puisi Terkenang Topeng Cirebon” menggunakan citra penglihatan, pendengaran, gambaran gerak dan perasaan yang mengharukan, (2)Puisi ”Ibunda” menggunakan citra penglihatan, perabaan dan pendengaran, (3)“Kisahlama” menggunakan citra pendengaran, pencecapan dan perasaan. (4)”Kusaksikan Manusia” menggunakan citra penglihatan dan citra pendengaran, dan (5)Puisi Tentang Maut” menggunakan citra penglihatan dan pendengaran.