WA ODE NARTI
Universitas Halu Oleo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MAKNA UNGKAPAN DALAM ADAT PROSESI PENGISLAMAN (PATOBA) PADA MASYARAKAT BAJO DI DESA BONTU BONTU KECAMATAN TOWEA KABUPATEN MUNA WA ODE NARTI
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 1 No. 2 (2016): Jurnal Bastra Edisi April 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengenai makna ungkapan yang terdapat dalam adat prosesi pengislaman pada masyarakat Bajo. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah makna ungkapan yang terdapat dalam adat prosesi pengislaman pada masyarakat Bajo Di Desa Bontu-bontu Kecamatan Towea. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna ungkapan yang terdapat dalam adat prosesi pengislaman pada masyarakat Bajo. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data lisan. Sumber data yaitu informan dari tokoh adat yang mengetahui ungkapan adat pengislaman (dipatoba) pada masyarakat Bajo Di Desa Bontu-bontu Kecamatan Towea. Teknik pengumpulan data adalah teknik wawancara (interview), dan teknik simak catat. Teknik analisis data adalah teknik deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan semiotik. Hasil penelitian dalam pembahasan makna ungkapan pengislaman (dipatoba) pada masyarakat Bajo misalnya (1) Kata daruana dinda yang memiliki arti orang tua perempuan (ibu) ibaratkan pengganti Nabi Muhammad Saw dan Kata daruana pappu yang memiliki arti orang tua laki-laki (Ayah) ibarat pengganti Allah Swt. kata tersebut merupakan ungkapan yang memiliki makna dalam pengislaman (patoba) untuk tunduk, patuh, dan takut terhadap orang tua perempuan dan orang tua laki-laki (ayah) karena mereka telah merawat kita dari sejak kecil sampai dewasa. (2) Kata daruana malaika yang memiliki arti pengganti malaikat dan Kata daruana mukmin yang memiliki arti pengganti mukmin kata tersebut merupakan ungkapan yang memiliki makna dalam pengislaman (patoba) seorang adik harus senantiasa menghargai, menghormati, serta menuruti perintah kakaknya sebab hal itu merupakan pencerminan jika ia menghormati dan mengakui malaikat ciptaan Allah SWT. begitupun juga dengan kakak harus menyayangi dan menghormati adik atau yang seusia dengan adik. Dan selalu bertingkah laku yang baik dimata keluarga maupun dimata masyarakat sehingga dalam pergaulannya tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri keluarga bahkan dilingkunngan masyarakat. serta akan mematuhi segala aturan-aturan yang diperintahkan oleh Allah Swt dan menjauhi segala larangan-Nya dan tidak ada yang lain disembah selain kepada Allah Swt.