Adriani Gunawan
Universitas Pelita Harapan, Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Keterlibatan Karyawan Pada Organisasi Multinasional Adriani Gunawan; Leni Hartati
Astina: Jurnal Ekonomi Utama Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Ekonomi Utama (Juria)
Publisher : CV. Astina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55903/juria.v4i1.243

Abstract

Keterlibatan karyawan merupakan faktor krusial dalam keberhasilan organisasi, terutama bagi perusahaan multinasional yang beroperasi di berbagai negara dengan budaya yang beragam. Dalam lingkungan bisnis global, perbedaan budaya, lokasi geografis, serta gaya kepemimpinan dapat mempengaruhi tingkat keterlibatan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap keterlibatan karyawan di organisasi multinasional serta bagaimana faktor budaya memoderasi hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 155 responden dari berbagai cabang perusahaan multinasional. Pengukuran keterlibatan karyawan dilakukan menggunakan Utrecht Work Engagement Scale (UWES), sedangkan gaya kepemimpinan diukur menggunakan Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ). Analisis data dilakukan dengan regresi berganda dan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh paling signifikan terhadap keterlibatan karyawan (β=0.72,p=0.001β=0.72,p=0.001), diikuti oleh kepemimpinan transaksional yang juga berhubungan positif tetapi dengan dampak yang lebih rendah (β=0.45,p=0.015β=0.45,p=0.015). Sebaliknya, kepemimpinan laissez-faire memiliki dampak negatif terhadap keterlibatan karyawan (β=−0.18,p=0.041β=−0.18,p=0.041), yang menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan ini kurang efektif dalam meningkatkan keterlibatan. Analisis ANOVA juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam keterlibatan karyawan berdasarkan gaya kepemimpinan yang diterapkan (F=8.95,p=0.002F=8.95,p=0.002). Selain itu, faktor budaya berperan penting dalam menentukan efektivitas gaya kepemimpinan. Di wilayah dengan budaya kolektivis seperti Asia, kepemimpinan partisipatif dan transformasional lebih efektif, sementara di wilayah dengan budaya individualis seperti Eropa dan Amerika Utara, kepemimpinan transaksional dan transformasional lebih diterima. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi multinasional harus menyesuaikan strategi kepemimpinan mereka dengan konteks budaya lokal untuk meningkatkan keterlibatan karyawan secara optimal. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk memberikan pelatihan kepemimpinan lintas budaya, menerapkan kebijakan komunikasi yang lebih inklusif, serta membangun sistem penghargaan yang sesuai dengan norma dan ekspektasi karyawan di berbagai lokasi operasional.
Peran Influencer dalam Mempengaruhi Pembelian Produk Fashion oleh Konsumen Gen Z di Media Sosial Adriani Gunawan; Molbi Febrio Harsanto; Sawqi Saad El Hasan
Jurnal Pajak dan Bisnis Vol 7 No 1 (2026): Journal of Tax and Business
Publisher : LPPM-STPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55336/jpb.v7i1.424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kredibilitas social media influencer terhadap keputusan pembelian produk fashion pada konsumen Generasi Z di Indonesia. Di tengah skeptisisme digital yang meningkat, pemahaman mengenai dimensi kredibilitas mana yang paling efektif mendorong konversi penjualan menjadi sangat krusial. Menggunakan Source Credibility Theory sebagai landasan teoritis, penelitian ini menguji tiga variabel utama: trustworthiness (kepercayaan), expertise (keahlian), dan attractiveness (daya tarik). Data dikumpulkan melalui survei daring terhadap 150 responden Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki kekuatan prediksi yang substansial dengan nilai R2 sebesar 0,787. Temuan empiris mengungkapkan bahwa trustworthiness dan expertise berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Namun, secara mengejutkan, attractiveness tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian nyata. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran paradigma pada Gen Z yang lebih mengutamakan integritas dan kompetensi konten daripada sekadar estetika visual. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pemasar fashion untuk beralih dari strategi berbasis popularitas visual menuju strategi berbasis otentisitas dan edukasi nilai.