Nasrulloh
Universitas Kiai Abdullah Faqih, Gresik, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Spiritual Dalam Ihya’ Ulumiddin Karya Imam Al-Ghozali: Kontribusi pendidikan karakter di era modern Miswanto; Nasrulloh
Al-Kindi Vol. 1 No. 2 (2025): November
Publisher : Al-Kindi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis moral dan spiritual yang melanda masyarakat modern menunjukkan adanya degradasi akhlak dan melemahnya kesadaran nilai-nilai ilahiah, sehingga pendidikan perlu diarahkan kembali pada dimensi spiritual yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan spiritual menurut Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin serta mengkaji kontribusinya terhadap penguatan pendidikan karakter di era modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah karya Ihya’ Ulumiddin sebagai sumber data primer dan berbagai literatur ilmiah relevan sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan spiritual menurut Al-Ghazali menekankan keterpaduan antara ilmu, amal, dan akhlak sebagai sarana penyucian jiwa menuju kesempurnaan spiritual. Nilai-nilai utama seperti kejujuran, kesabaran, keikhlasan, dzikir, dan tawakal menjadi dasar pembentukan karakter peserta didik. Dalam konteks pendidikan modern, gagasan Al-Ghazali relevan dalam menghadapi krisis moral melalui integrasi nilai-nilai spiritual ke dalam kurikulum, keteladanan guru, serta sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi teoretis bagi pengembangan paradigma pendidikan Islam yang holistik dan berorientasi pada pembentukan manusia berkarakter, beriman, dan berakhlak mulia di tengah arus globalisasi.
Tujuan Pendidikan Islam dalam Perspektif al-Qur’an: Analisis Tematik terhadap QS. al-Dzāriyāt: 56, al-Ḥajj: 41, dan al-Fatḥ: 28–29 Nidauddin Fillah; Nasrulloh
Al-Kindi Vol. 1 No. 2 (2025): November
Publisher : Al-Kindi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tujuan pendidikan Islam dalam perspektif Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i). Kajian difokuskan pada tiga ayat, yaitu QS. al-Dzāriyāt [51]:56, al-Ḥajj [22]:41, dan al-Fatḥ [48]:28–29, yang merepresentasikan tiga dimensi utama pendidikan Islam: spiritual, sosial, dan peradaban. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap tafsir klasik dan kontemporer serta pemikiran tokoh pendidikan Islam seperti al-Ghazali, Ibn Khaldun, Syed Muhammad Naquib al-Attas, dan Ahmad Tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam bersifat holistik, menekankan keseimbangan antara iman, ilmu, dan amal. Dimensi spiritual berorientasi pada penghambaan kepada Allah, dimensi sosial menumbuhkan tanggung jawab moral dan sosial melalui amar ma’rūf nahi munkar, sedangkan dimensi peradaban mengarahkan umat untuk membangun masyarakat berilmu dan beradab. Integrasi ketiganya melahirkan insan kāmil—manusia paripurna yang seimbang secara spiritual, sosial, dan intelektual. Temuan ini menegaskan perlunya reorientasi pendidikan Islam kontemporer agar kembali pada nilai-nilai Qur’ani yang membangun generasi beriman, berilmu, dan berkeadaban.
Pendidikan Etika Spiritual Perspektif Al-Ḥarist Al-Muhasibi dan Relevansinya terhadap Pendidikan Modern Moh Saifulloh Ma'sum; Nasrulloh
Al-Kindi Vol. 1 No. 2 (2025): November
Publisher : Al-Kindi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses the concept of spiritual-ethical education in Risālah al-Mustarsyidīn by al-Ḥārisṯ al-Muḥāsibī and its relevance to the needs of modern education. Through a library research approach, this study analyzes al-Muḥāsibī’s thoughts on spiritual development through purification of the soul (tazkiyah al-nafs), self-reflection (muhāsabah. Al-Muḥāsibī emphasized that educational success is not only measured by academic achievement, but also by the quality of character, morals, and spirituality of learners. In his view, education is the integration of knowledge, faith, and complete human being (al-insān al-kāmil).The results of the study indicate that al-Muḥāsibī’s spiritual-ethical education has strong relevance to the modern educational world, serious challenges such as moral degradation, character crisis, and weak spiritual control due to the influence of globalization and technology. The concept of spiritual-ethical education in Risālah al-Mustarsyidīn can serve as an alternative solution to strengthen character education through a holistic and balanced approach y. The implementation of al-Muḥāsibī’s educational values is expected to produce knowledgeable, ethical individuals who contribute positively to society and civilization.