Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbedaan Pengaruh Heel Raises Exercise dan Seated Exercise terhadap Peningkatan Keseimbangan Dinamis Lansia Alfia Syafa’atul Sholikah; Lailatuz Zaidah
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1160

Abstract

Peningkatan usia harapan hidup meningkat seiring berkembangnya bidang kesehatan di Indonesia yang berpengaruh terhadap kesejahteraan lansia dimana salah satu indikasi seorang lansia sehat adalah lansia yang mampu mempertahankan kemandirian, dalam proses menua lansia akan mengalami kemunduran fisik dan penurunan fungsi tubuh, salah satu yang berhubungan erat dengan kualitas kemandirian yaitu kemampuan mempertahankan keseimbangan dinamis agar mengurangi risikon jatuh. Jumlah lansia di dunia diperkirakan mencapai 1,2 milyar pada tahun 2025, sedangkan di kawasan Asia Tenggara sebesar 142 juta jiwa. Prediksi data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan presentase lansia di Indonesia sebesar 33,69 juta jiwa, dan termasuk Provinsi dengan presentase lebih dari 10 persen tahun 2021 berada di Yogyakarta (15,52%), Pravalensi jatuh akibat gangguan keseimbangan menurut WHO (2020) secara global diperkirakan hampir 684.000 jiwa setiap tahunnya, di Indonesia sendiri menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (2020) di Indonesia berdasarkan data survei Indonesian Family Life Survey menunjukkan lansia berusia ?65 sekitar 30% dan angka kejadian jatuh pada usia ?80 tahun sekitar 50%. Keseimbangan dinamis yang baik akan membantu kemandirian lansia dalam menjalankan Activity of Daily Living, menurut  gagasan  American  College  of  Sport  Medicine,  keseimbangan lansia dapat  ditingkatkan  dengan  latihan  kekuatan  otot. Melihat data kejadian jatuh diatas menunjukkan pentingnya latihan keseimbangan lansia sebagai upaya mengurangi risiko jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian Heel Raises Excercise Dan Seated Exercise Terhadap Peningkatan Keseimbangan Dinamis Lansia di Panti Jompo Budhi Dharma dan Panti Jompo Wreda Hanna. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasy experimental pre dan post test two group design. Latihan diberikan selama 2 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali dalam seminggu. Alat ukur yang digunakan yakni Time Up and Go Test (TUGT). Terdapat peningkatan keseimbangan dinamis lansia setelah diberikan Heel Raises Excercise dan Seated Exercise yang artinya ada pengaruh dari kedua latihan terhadap keseimbangan dinamis lansia meski tidak ada perbedaan yang signifikan. Heel Raises Excercise dan Seated Exercise efektif meningkatkan keseimbangan dinamis dan dapat menjadi program latihan untuk mencegah gangguan keseimbangan dinamis serta mengurangi risiko jatuh pada lansia.