Redesain jembatan penyeberangan orang ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan fasilitas penyeberangan jalan, merancang ulang jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, aksesibilitas, dan estetika, serta mengevaluasi persepsi masyarakat terhadap desain yang diusulkan. Upaya ini penting sebagai langkah peningkatan keselamatan dan aksesibilitas pejalan kaki di kawasan dengan aktivitas lalu lintas tinggi, mengingat kondisi JPO eksisting yang kurang layak dan belum ramah bagi seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas. Penelitian ini membahas peningkatan aksesibilitas dan keselamatan pejalan kaki melalui redesain jembatan penyeberangan orang. Metode yang digunakan adalah pendekatan survei dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi visual. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi kondisi eksisting jembatan penyeberangan orang di Jalan Sultan Fatah, Kabupaten Demak, yang merupakan jalur penghubung utama antara Semarang dan Kudus serta dikelilingi oleh pusat perkantoran, Sekolahan, dan fasilitas publik lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi jembatan penyeberangan orang (JPO) saat ini belum memenuhi standar kenyamanan dan keamanan. Desain baru yang diusulkan mencakup pelebaran jalur, penambahan pelindung cuaca, sistem penerangan yang memadai, serta peningkatan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Persepsi masyarakat terhadap desain tersebut menunjukkan respons yang positif karena dianggap lebih aman, menarik, dan fungsional. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi instansi terkait dalam pengembangan fasilitas penyeberangan yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh pengguna jalan