Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bentuk Pertunjukan Ebeg Mekar Kencana Budaya di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap Nigita Afriliana Putri; Restu Lanjari
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1211

Abstract

Ebeg merupakan kesenian tradisional yang menggunakan properti kuda kepang. Grup ebeg Mekar Kencana Budaya menjadi salah satu Grup ebeg yang aktif dalam melestarikan kesenian ebeg. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Bentuk Pertunjukan Ebeg Mekar Kencana Budaya di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap. Pertunjukan ebeg Mekar Kencana Budaya dibagi menjadi tiga babak, yaitu babak pembuka, babak inti, dan babak penutup dan unsur-unsur dalam pertunjukan yang meliputi tema, gerak, penari/pelaku pertunjukan, busana, rias, iringan, panggung, properti, dan pencahayaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui teknik observasi langsung, wawancara dengan narasumber, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan Pertunjukan ebeg Mekar Kencana Budaya dibagi menjadi 3 babak, babak pertama budal prajuritan 1, babak ke dua budal prajuritan 2, babak ketiga budal prajuritan 3 dan terjadi mendem masal. Iringan musik menggunakan kendang, demung, saron, slompret, gong, drum, campur, dan keyboard. Kesimpulanya, pertunjukan ebeg Mekar Kencana Budaya masih mempertahankan bentuk tradisi, tetapi juga menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Metode Pelatihan Tari Soreng Kridho Wargo Budhoyo Desa Lemahireng Kabupaten Semarang Resti Mareska Putri; Restu Lanjari
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pelatihan Tari Soreng di Paguyuban Soreng Kridho Wargo Budhoyo yang terletak di Desa Lemahireng. Berdasarkan teori sosialkonstruktivisme Vygotsky, pembelajaran efektif terjadi melalui interaksi sosial dalam Zone of Proximal Development (ZPD). Dalam praktiknya, pelatihan Tari Soreng di paguyuban ini menerapkan empat metode utama, yaitu metode tutor sebaya, demonstrasi dan imitasi, refleksi, serta scaffolding. Keempat metode tersebut mendukung proses belajar yang komunikatif, bertahap, dan sesuai kemampuan penari, sehingga membantu penari memahami gerakan secara mendalam, meningkatkan keterampilan motorik, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi metode-metode tersebut efektif untuk meningkatkan kualitas latihan dan penguasaan Tari Soreng di kalangan anggota paguyuban.