Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Relevansi Kurikulum Merdeka: Studi Kasus Kesenjangan antara Kompetensi Lulusan SMK dengan Tuntutan Industri Susi Rahayu; Ahmad Muhibbin; Sumardi Sumardi
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Oktober - November 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i4.1405

Abstract

Tingkat pengangguran yang tinggi di antara lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menunjukkan adanya gap kompetensi yang terus-menerus antara dunia pendidikan dan dunia bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi relevansi Kurikulum Merdeka di pendidikan vokasi dengan menganalisis kesenjangan antara kompetensi lulusan dan tuntutan dunia industri. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya tingkat pengangguran lulusan SMK yang mengindikasikan adanya skill gap meskipun kurikulum baru telah diimplementasikan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMK Muhammadiyah 1 Baturetno, penelitian ini menggali secara mendalam makna relevansi, persepsi mengenai kesenjangan kompetensi, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi Kurikulum Merdeka. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan mitra industri; observasi partisipatif; serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Relevansi kurikulum dimaknai secara berbeda oleh pemangku kepentingan, menciptakan diskoneksi antara tujuan administratif dan kebutuhan praktik industri; (2) Kesenjangan kompetensi masih signifikan, terutama pada aspek soft skills (inisiatif, komunikasi) dan penguasaan teknologi industri terkini; (3) Implementasi Kurikulum Merdeka didukung oleh komitmen pimpinan, namun terhambat oleh keterbatasan fasilitas, resistensi guru, dan kolaborasi industri yang masih bersifat permukaan. Kesimpulannya, Kurikulum Merdeka di level sekolah belum secara optimal menjembatani kesenjangan kompetensi karena implementasinya masih berfokus pada pemenuhan prosedur daripada substansi kemitraan industri yang mendalam.?