Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Radix Astragali dalam Menurunkan Kadar Gula Darah pada Penderita Dibetes Mellitus Onny Priskila; Suryawan Ang; Maria Theresia; Aldo Tjundawan; Ferdinand; Evelyn Purnomo
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i5.1499

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik salah satu tandanya adalah peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin pada tubuh. Radix astragali telah lama digunakan sebagai herbal yang berpotensi meningkatkan metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas Radix astragali untuk membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus. Metode penelitian menggunakan desain studi kasus eksperimental dengan 12 subjek yang dipilih secara purposive dan dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok perlakuan diberi Herbal Radix Astragali sebanyak 3 gram setiap pagi selama 21 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima perlakuan. Variabel yang diukur adalah gula darah puasa, HbA1c, dan berat badan. Analisis yang digunakan adalah uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan signifikan kadar gula darah puasa pada kelompok perlakuan (p=0,029), sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan signifikan (p=0,798). Nilai HbA1c juga menurun signifikan pada kelompok perlakuan (p=0,049), tetapi tidak pada kelompok kontrol (p=0,234). Penurunan berat badan pada kelompok perlakuan tidak signifikan secara statistik, meskipun terjadi selisih mean sebesar 0,5 kg. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian Radix Astragali selama 21 hari efektif menurunkan kadar gula darah puasa dan HbA1c pada penderita diabetes mellitus, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer dalam pengelolaan diabetes mellitus tipe 2.
Manfaat Sabun Oatmeal dan Secang untuk Kulit Berminyak Melissa; Onny Priskila; Priska Akwilda Sau; Suryawan Ang; Aldo Tjundawan; Ferdinand
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i5.1500

Abstract

Kulit berminyak merupakan salah satu kondisi saat kelenjar sebasea pada kulit menghasilkan terlalu banyak sebum. Kulit berminyak dan jerawat biasanya sulit untuk ditangani. Beberapa cara untuk mengatasi kulit berminyak salah satunya dengan menggunakan oatmeal. Oat berasal dari biji gandum manfaatnya untuk kulit diantaranya menghilangkan rasa gatal pada kulit, mencegah iritasi, mencerahkan wajah, melindungi dari sinar UV, menyeimbangkan PH kulit serta membersihkan dan mengangkat sel kulit mati. Secang merupakan jenis tumbuhan herbal yang kaya antioksidan dan dapat mengatasi peradangan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sabun wajah dengan campuran oatmeal dan ekstrak secang dan menguji keefektifannya untuk mengatasi kulit berminyak. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan tahapan pembuatan sabun dan melakukan uji klinis. Responden penelitian ini berjumlah 20 orang dan diambil secara pusposive random sampling. Subjek menggunakan sabun selama 3 hari dan diukur sebelum dan sesudahnya.Hasil penelitian penggunaan sabun mampu menurunkan kadar minyak di wajah secara signifikan (sig 0,020) tanpa mengurangi kelembapan dan kelembutan kulit. Respon subjek setelah tiga hari pemakaian mendukung hasil pengukuran, di mana sebagian besar pengguna merasakan kulit lebih halus, bersih, segar dan tidak berminyak. Secara keseluruhan, sabun oatmeal dan secang terbukti aman serta efektif digunakan untuk membantu mengurangi minyak berlebih, sekaligus menjaga kelembapan dan kelembutan kulit.