Wahyu Siswanto
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas dr. Soetomo Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komunikasi Digital Pemerintah Daerah: Analisis Rubrik Pawarta Tuban di Instagram Pemkab Tuban Wahyu Siswanto; Harliantara; Nur'annafi
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i5.1521

Abstract

Di era disrupsi informasi, media sosial telah menjadi sarana strategis bagi pemerintah daerah untuk membangun citra, meningkatkan transparansi, dan memperkuat keterlibatan publik. Pemerintah Kabupaten Tuban memanfaatkan Instagram melalui rubrik “Pawarta Tuban” sejak 2022 sebagai media penyebaran informasi program dan kegiatan dalam format visual yang menarik. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi digital yang diterapkan dalam rubrik tersebut serta mengevaluasi bagaimana pesan dirancang dan didistribusikan untuk membentuk citra pemerintah dan menjangkau audiens secara efektif. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal, penelitian ini menganalisis 63 unggahan konten berupa video dan infografis pada periode April–Juni 2025. Hasil analisis konten menunjukkan bahwa tema dominan dalam “Pawarta Tuban” adalah Prestasi & Apresiasi serta Pelayanan Publik, yang berperan dalam membangun citra positif pemerintah daerah. Secara performa, konten video menghasilkan tingkat interaksi lebih tinggi dibandingkan infografis. Namun, pola komunikasi yang dijalankan bersifat monolog satu arah, ditandai minimnya interaksi admin dengan pengguna, sehingga kolom komentar beralih fungsi menjadi kanal pengaduan publik. Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara narasi resmi pemerintah dan aspirasi masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun strategi komunikasi “Pawarta Tuban” efektif dalam diseminasi informasi, strategi ini belum optimal dalam membangun dialog dan responsivitas publik. Oleh karena itu, disarankan penerapan komunikasi dua arah yang lebih dialogis, pemanfaatan fitur interaktif media sosial, serta pengelolaan keluhan publik sebagai data strategis untuk penyempurnaan konten dan kebijakan.