Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Lean Manufacturing dan Digital Supply Chain terhadap Kinerja Operasional melalui Efisiensi Proses sebagai Variabel Mediasi pada Industri Manufaktur Indonesia Tahun 2025 Miguel Angelo Maramis; Catalina Aurelia Jetty Makinggung; Benny Lule
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i5.1529

Abstract

Industri manufaktur Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tahun 2025, seiring dengan tuntutan efisiensi, digitalisasi rantai pasok, serta persaingan global yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Lean Manufacturing dan Digital Supply Chain terhadap Kinerja Operasional dengan Efisiensi Proses sebagai variabel mediasi pada industri manufaktur di Indonesia tahun 2025. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan formula Hair, yaitu jumlah indikator dikalikan 5 hingga 10 responden. Dengan total 28 indikator, jumlah sampel minimum yang dibutuhkan adalah 140 responden, dan penelitian ini menargetkan 150–200 responden untuk meningkatkan reliabilitas. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, karena tidak semua perusahaan manufaktur telah menerapkan lean atau digital supply chain. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan offline. Analisis dilakukan menggunakan SEM-PLS untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lean Manufacturing dan Digital Supply Chain berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efisiensi Proses. Namun, kedua variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Operasional. Efisiensi Proses juga tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Operasional dan tidak memediasi hubungan Lean Manufacturing maupun Digital Supply Chain terhadap Kinerja Operasional. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan efisiensi yang dihasilkan belum mampu diterjemahkan menjadi peningkatan kinerja operasional, sehingga diperlukan kesiapan organisasi dan integrasi teknologi yang lebih kuat untuk memaksimalkan manfaat lean dan digitalisasi rantai pasok.
The Role of Customer Sentiment Analysis in Enhancing Service Efficiency through Digital Transformation: Evidence from Coffee Shops in Manado Abraham Patayoan; Samuel Rantung; Benny Lule
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i5.1534

Abstract

This study examines the role of Customer Sentiment Analysis (CSA) in improving service efficiency in coffee shops in Manado, with a particular emphasis on the mediating function of digital transformation. Using a quantitative explanatory research design, data were collected from 180–200 coffee shop customers who actively engage with digital platforms such as online ordering systems, cashless payments, and social media interactions. Structural Equation Modeling (SEM) using SmartPLS was employed to test direct and indirect relationships among variables. The results show that CSA has a positive and significant effect on both digital transformation and service efficiency. Digital transformation also demonstrates a strong positive effect on service efficiency. The mediation analysis confirms that digital transformation significantly mediates the relationship between CSA and service efficiency, indicating that sentiment-driven insights enhance operational effectiveness when supported by digital technologies. This study contributes empirical evidence from the local coffee shop context, expanding prior research that has primarily focused on large companies and global service sectors. Practical implications suggest that small and medium-sized coffee shops can optimize service processes by leveraging sentiment data and digital tools to enhance customer experience and operational responsiveness.