Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kearifan Lokal, Adat, Dan Politik: Relasi Pemerintah Desa Dengan Kasepuhan Guradog Hilda Fitriyanti; Habibi Maulana; Nadia Khumairatun Nisa; Ivana Joya Mahadina; Kheysa Husna
Sociale : Journal of Social and Political Sciences Vol 2 No 1 (2026): Dinamika Sosial Politik dan Tata Kelola Berkelanjutan
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/sociale.v2i1.576

Abstract

This study examines the relationship between the village government and the customary institution in Kasepuhan Guradog, Lebak Regency, Banten Province, emphasizing the role of Abah Olot as a traditional leader who holds significant influence over local socio-political structures. The purpose of this study is to understand how customary authority interacts with formal power to create a balanced governance system. The research applies a qualitative approach using the phenomenological method as described by Creswell (2014), through in-depth interviews, observation, and documentation involving traditional leaders and village officials. The results show that the relationship between the village head and Abah Olot is complementary and symbiotic, where customary approval provides social legitimacy for government policies, strengthening social cohesion, and administrative effectiveness. Moreover, regular deliberation forums between the village government and the customary community encourage the creation of policies that align with local values. However, the study also identifies potential kinship-based dominance since the village head is a descendant of Abah Olot, which may lead to a patronage system that limits broader public participation. The emergence of multiple candidates in recent village elections indicates a gradual shift toward a more democratic process. This study concludes that the governance system in Kasepuhan Guradog represents a hybrid form of power, a negotiated balance between the state and customary authority, demonstrating the adaptability of indigenous communities to modernization while preserving their cultural identity.
Analisis Formulasi Kebijakan Relokasi Pedagang Kali Lima di Pasar Royal Kota Serang, Provinsi Banten Nadia Khumairatun Nisa
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5788

Abstract

Pembangunan kota berkelanjutan menuntut keseimbangan antara penataan ruang dan keberlanjutan ekonomi masyarakat, khususnya pada sektor informal seperti Pedagang Kaki Lima (PKL). Kebijakan relokasi PKL di Pasar Royal Kota Serang menjadi contoh intervensi tata ruang yang memunculkan dinamika sosial-ekonomi di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses formulasi kebijakan relokasi di Pasar Royal berdasarkan perspektif teori formulasi kebijakan Dunn (2015). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan perumusan masalah masih bersifat sempit dan top-down dengan menitikberatkan pada aspek tata ruang, sehingga mengabaikan dimensi ekonomi PKL. Pada tahap peramalan, pemerintah cenderung menggunakan asumsi optimistis tanpa mempertimbangkan perilaku pasar dan risiko penurunan pendapatan. Sementara itu, rekomendasi kebijakan belum sepenuhnya mengakomodasi alternatif yang inklusif dan adaptif. Akibatnya, kebijakan relokasi mampu memperbaiki keteraturan kota, tetapi menimbulkan kerentanan ekonomi bagi pedagang. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan formulasi kebijakan yang lebih partisipatif, berbasis data, dan berorientasi pada keseimbangan antara penataan kota dan keadilan sosial.
Implementasi Aplikasi Teknologi Informasi Siklus Barang Daerang (ATISISBADA) dalam Mendukung Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Barang Milik Daerah di BPKAD Kabupaten Serang Esa Larisa Aurelia; Nadia Khumairatun Nisa; Regina Dwi Putri Junaedi; Mita Melinda; Najwa Azahra Fribadi; Army Tawalia Putri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Aplikasi Teknologi Informasi Siklus Barang Daerah (ATISISBADA) dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Barang Milik Daerah di BPKAD Kabupaten Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ATISISBADA telah membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan aset daerah melalui pencatatan dan pelaporan yang lebih tertib dan terintegrasi. Komunikasi dan koordinasi antar pihak berjalan cukup baik, namun masih terdapat kendala pada kemampuan sumber daya manusia dan belum adanya SOP khusus terkait implementasi aplikasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas pegawai agar implementasi ATISISBADA dapat berjalan lebih optimal, transparan, dan akuntabel.