Amna Hartiati
Program Studi Teknologi Industri, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kualitas Produk dan Pelayanan di Imadji Coffee Kota Denpasar Nyoman Denada Homia Bestari Dwijaksara; Amna Hartiati; Cokorda Anom Bayu Sadyasmara
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 8 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2023.v08.i02.p03

Abstract

Imadji Coffee merupakan usaha kuliner yang berfokus dibidang olahan minuman kopi, namun masih terjadi permasalahan yakni penurunan penjualan pada penjualan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas produk dan pelayanan, mengetahui strategi pemasaran melalui aplikasi pesan antar, mengetahui kinerja dan tingkat kepuasan konsumen serta mengetahui atribut dan sistem pelayanan yang digunakan di Imadji Coffee Kota Denpasar. Metode yang digunakan dalam menghitung tingkat kepuasan konsumen yaitu Important Performance Analysis (IPA). Penentuan sampel menggunakan perhitungan Slovin dengan total jumlah responden sebanyak 88 orang pada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh Imadji Coffee Kota Denpasar dalam upaya pemasaran produk pada aplikasi pesan antar yaitu dengan memanfaatkan aplikasi Grab Food dan Go-food yang hingga saat ini menjadi aplikasi dengan jumlah pengguna yang tinggi. Aplikasi Grab Food menjadi platform yang dominan digunakan dengan nilai 69%, sedangkan Go-food dengan platform penggunanya 31%. Atribut yang dianggap paling penting oleh konsumen adalah kesesuaian harga dan produk dengan skor 408 dan sistem pelayanan yang dianggap paling penting oleh konsumen adalah kecepatan melayani dengan skor 396. Penawaran promo menjadi kinerja dengan tingkat kinerja tertinggi yaitu pada skor 334 dan begitu pula pada kepuasan konsumen dengan tingkat kepuasan tertinggi yaitu 90%. Hasil yang didapat pada atribut yang paling perlu untuk di perbarui yaitu kenyamanan lokasi.
Pengaruh Variasi Rasio Pati Talas (Colocasia Esculenta L) dengan Karagenan dan Konsentrasi Pemlastis Putih Telur terhadap Karakteristik Komposit Bioplastik Diana Hilmalia Putri; Amna Hartiati; I Nyoman Semadi Antara
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 9 No. 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2024.v09.i01.p05

Abstract

Bioplastik terbuat dari bahan alami yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme, sehingga dinilai lebih ramah lingkungan daripada plastik sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi rasio pati talas-karagenan dan konsentrasi putih telur terhadap karakteristik komposit bioplastik, menentukan perlakuan variasi rasio pati talas-karagenan dan konsentrasi putih telur yang menghasilkan komposit bioplastik perlakuan terbaik serta mengidentifikasi gugus fungsi komposit bioplastik perlakuan terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan dua faktor. yaitu variasi rasio bahan baku pati umbi talas-karagenan dan konsentrasi putih telur. Variabel yang diamati yaitu kuat tarik, perpanjangan saat putus, elastisitas, pengembangan tebal, biodegradasi, dan identifikasi gugus fungsi untuk perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan variasi rasio pati umbi talas karagenan berpengaruh terhadap elastisitas, perpanjangan saat putus, swelling, biodegradasi, kuat tarik, sedangkan pemlastis putih telur berpengaruh terhadap kuat tarik, elastisitas, pengembangan tebal dan biodegradasi, tidak berpengaruh terhadap perpanjangan saat putus. Karakteristik komposit bioplastik terbaik ada pada rasio pati talas:karagenan 50:50 dan konsentrasi putih telur 30%(1,5 g) dengan nilai kuat tarik 3,21±0,66 MPa; perpanjangan saat putus 4,74±0,78%; elastisitas 119,35±17,94 MPa; pengembangan tebal 53,54±10,25% dan biodegradasi 6 hari. Gugus fungsi bahan penyusun bioplastik yang teridentifikasi menunjukkan bahwa pada komposit bioplastik perlakuan terbaik ditemukan beberapa gugus yang hilang yaitu gugus keton, alkuna, asam karboksilat dan tidak ditemukan adanya gugus fungsi baru pada bioplastik terbaik.
Karakteristik Komposit Bioplastik Dalam Variasi Rasio Pati Umbi Talas (Xanthosoma sagittifolium)-Kitosan Esmeralda Oktaviani Simarmata; Amna Hartiati; Bambang Admadi Harsojuwono
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 5 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2020.v05.i02.p05

Abstract

This research aims to know the effect of variations in the ratio of taro-chitosan tuber starch to the characteristics of bioplastic composites and determine the ratio of taro-chitosan tuber starch that produces the best bioplastic composites. This research uses a Factorial Randomized Block design with taro-chitosan tuber starch ratio variation factor in five level (40: 60%, 35: 65%, 30: 70%, 25: 75% and 20: 80%). The treatments which grouped into 3 based on the time of making bioplastics, so there are 15 experimental units. The observed variables which tensile strength, elongation at break, modulus young, swelling development, biodegradation and FTIR test. The obtained data were analyzed for diversity and continued with the Honestly Significant Difference test. The results showed that the variation of the taro-chitosan tuber starch ratio significantly affected the tensile strength, elongation at break, modulus young, and swelling development but did not significantly affected the biodegradation of the bioplastic composites of taro-chitosan tuber starch. Variation of taro-chitosan tuber starch ratio 35: 65% produces the best bioplastic composite characteristics with tensile strength values 3.15 MPa, elongation at break 21.33%, modulus young of 14.87 MPa, swelling development test 29.69% and biodagradation ability for 13 days. FTIR analysis results show the presence of hydroxyl (O-H) alcoholic groups, (O-H) Carboxylic acid, (C = O) esters, (C - H) alkana, (C=C) alkena , and hydrocarbons - (CH2) n.
Pengaruh Perlakuan Suhu dan Waktu Maserasi terhadap Karakteristik Ekstrak Daun Bambu Duri (Bambusa blumeana) sebagai Sumber Antioksidan Ni Made Sri Wahyuni; Luh Putu Wrasiati Wrasiati; Amna Hartiati
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 5 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2020.v05.i01.p05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu maserasi terhadap karakteristik ekstrak daun bambu duri sebagai sumber antioksidan serta untuk menentukan suhu dan waktu maserasi terbaik untuk menghasilkan karakteristik ekstrak daun bambu duri sebagai sumber antioksidan. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu suhu maserasi yang terdiri atas 30°C, 45°C, dan 60°C. Faktor kedua yaitu waktu maserasi yang terdiri atas 24, 36, dan 48 jam. Data dianalisis dengan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu maserasi dan waktu maserasi berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen, total fenolik, total flavonoid, klorofil total, kapasitas antioksidan, dan aktivitas antioksidan. Interaksi antar perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap total fenolik, total flavonoid, dan kapasitas antioksidan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen ekstrak daun bambu duri. Perlakuan terbaik untuk menghasilkan ekstrak daun bambu duri sebagai sumber antioksidan adalah menggunakan suhu maserasi 60°C dan waktu maserasi 36 jam dengan karakteristik rendemen 9,82±0,18 persen, total fenolik sebesar 100,19±0,14 mg GAE/g, total flavonoid sebesar 186,86±0,70 mg QE/g, dan kapasitas antioksidan sebesar 83,99±0,78 mg GAEAC/g.