Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah kegiatan ekonomi rakyat yang memberikan dampak besar terhadap peningkatan taraf perekonomian Indonesia. Namun, industri kecil seringkali menjadi penyumbang sampah karena taraf efisiensi energi dan penggunaan teknologi yang minim. Salah satu UMKM di Denpasar, yaitu perusahaan XYZ memproduksi tahu pada skala rumahan yang terletak di antara pemukiman masyarakat. Sejak tahun 1995, usaha ini secara konsisten melakukan produksi dengan kapasitas 100 kg kedelai/hari. Pembuatan tahu menghasilkan emisi karbon dari penggunaan mesin bertenaga listrik dan pembakaran serbuk kayu. Emisi tersebut menjadi salah satu polutan pemicu besar kerusakan ekosistem dan kesehatan makhluk hidup. Life Cycle Assessment (LCA) adalah perhitungan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak lingkungan dari daur hidup pembuatan produk. Metode ini memberikan titik-titik penting penghasil emisi CO2 sehingga perbaikan dapat dilakukan secara efisien. Dalam penelitian ini, batasan yang digunakan yakni gate-to-gate, atau analisis mengacu pada seluruh tahapan produksi tahu di pabrik seperti perendaman hingga pengemasan. Metode ini dilakukan dengan mengacu pada ISO 14040 dan IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories 2006 untuk menakar jejak karbon dan dampak lingkungan dari produksi tahu. Analisis dampak lingkungan dilakukan pada software OpenLCA seri 1.11.0 menggunakan database Agribalyse 3.0.1 dan metode IPCC 2013 GWP 100a. Hasilnya, penelitian ini menunjukkan bahwa dalam satu kali produksi, perusahaan XYZ akan menghasilkan perubahan iklim sebesar 488,94636 kg CO2e dan jejak karbon sebesar 1,47 kg CO2e/kg tahu.