Jelai (Coix lacryma-jobi L.) adalah tanaman jenis serealia yang masuk golongan suku padi-padian (Poaceae). Jelai merupakan jenis tanaman biji-bijian atau serealia. Kandungan pati dalam tanaman jelai sangat tinggi yaitu berkisar 52% sehingga berpotensi dapat diolah menjadi tepung. Pati alami yang terdapat pada biji jelai memiliki kekurangan yakni proses pengolahan dengan waktu yang lama dan tidak tahan pada perlakuan asam. Pemanasan menggunakan metode microwave merupakan salah satu metode untuk memodifikasi pati yang dinilai lebih efisien karena memberikan pemanasan yang lebih cepat, perlakuan yang lebih homogen, dan meminimalisir konsumsi energi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tingkat daya dan waktu pemanasan microwave terhadap karakteristik fisikokimia dan fungsional tepung jelai. Percobaan faktorial dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu tingkat daya (20p, 60p, 100p) dan waktu pemanasan (5, 10, 15 menit) serta tiga kali ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa variasi tingkat daya microwave berpengaruh nyata terhadap densitas kamba, swelling volume, dan solubility, tetapi pada kadar air dan viskositas tidak berpengaruh nyata pada tepung jelai termodifikasi. Sedangkan pada variasi waktu pemanasan microwave berpengaruh nyata terhadap solubility, tetapi pada kadar air, densitas kamba, swelling volume, dan viskositas tidak berpengaruh nyata pada tepung jelai termodifikasi. Perlakuan tingkat daya 20p dan waktu pemanasan 15 menit merupakan perlakuan terbaik karena dari hasil analisis densitas kamba dan solubility hampir mendekati tepung terigu.