I Wayan Gede Sedana Yoga
1Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Tekologi Pertanian, Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Badung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Rantai Pasok Beberapa Komoditas Hortikultura di Kabupaten Klungkung I Wayan Gede Sedana Yoga; I Wayan Arnata
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 2 No. 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2017.v02.i01.p07

Abstract

Tujuan penelitian adalah: identifikasi struktur rantai pasok hortikultura dan menganalisis nilai tambah yang diperoleh pada masing-masing rantai, sehingga diperoleh distribusi nilai tambah pada masing-masing rantai yang nantinya akan bermuara pada rekomendasi pengembangan sistem manajemen rantai pasok hortikultura di Kabupaten Klungkung. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk mengukur kinerja kunci rantai pasok dan mengukur nilai tambah. Untuk kinerja kunci rantai pasok digunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), sedangkan untuk mengukur nilai tambah digunakan metode Hayami. Struktur rantai pasok pada komoditas cabai adalah Petani – Pedagang Pasar Klungkung – Konsumen, sedangkan pada komoditas jagung, struktur rantai adalah Petani – Pedagang Pasar di Denpasar – Konsumen serta Petani (Supplier) – Supermarket – Konsumen. Manajemen rantai pasok hortikultura yang diterapkan di Klungkung secara umum masih bersifat tradisional. Kinerja kunci rantai pasokan mempertahankan “Kemitraan yang berkelanjutan” (0,325), dengan indikator kinerjanya adalah atribut reliabilitas (keandalan) (0,257). Untuk atribut reliabilitas (keandalan), indikator kinerja yang harus ditingkatkan adalah: pemenuhan pesanan secara sempurna, kualitas produk, serta kualtas proses. Nilai tambah yang diterima petani cabai adalah sebesar Rp 3.325/kg, dengan pendapatan tenaga kerja adalah sebesar Rp 9.448/kg, dan keuntungan yang diperoleh adalah minus Rp 6.123/kg. Nilai tambah yang diterima petani jagung adalah sebesar Rp 2000/kg, pendapatan tenaga kerja adalah sebesar Rp 960/kg, dan keuntungan yang diperoleh adalah Rp 1040/kg.