Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendekatan SHIP (Sistemik, Holistik, Interdisipliner, Partisipatori) pada Program Biogas di Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan Provinsi Bali I Nyoman Sucipta; Made Nada; Wayan Citra Wulan
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 1 No. 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2016.v01.i02.p06

Abstract

Program biogas sudah dikenal di Indonesia sejak lama. Adanya program tersebut berbagai manfaat yang diperoleh selain untuk pengadaan energi juga merupakan teknologi yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam pengolahan limbah untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program biogas dan karakteristik pengguna bioreaktor di desa Kelating Kendala program biogas di desa Kelating, terutama dalam sistem dan disain biorektor serta pengolahan kotoran sapi menjadi kompos dianggap lebih menguntungkan. Juga program biogas di desa tersebut berbasis individu yang sedikit sekali melibatkan partisipasi masyarakat. Pada kondisi tersebut biasanya petani tidak tidak mampu mengarahkan kemampuannya secara optimal. Berbeda dengan program berbasis masyarakat adalah pelibatan fisik, mental, emosi, pikiran dan prilaku seseorang didalam situasi kegiatan kelompok dan mengupayakan agar setiap orang berkontribusi sama dalam menentukan hasil kelompok dan dalam menyampaikan pendapatnya. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan pendekatan SHIP (SHIP Approach) Sistemik (Systemics), Holistik (Holistics), Interdisipliner(Interdiciplinary) dan Partisipatori (Participatory). Pada tahap pelaksanaan penelitian, langkah langkah yang dilakukan adalah ceramah, diskusi dan pengumpulan data dengan mengisi kuesioner penilaian petani terhadap program biogas. Karakteristik pengguna bioreaktor adalah berjenis kelamin laki-laki dengan rentangan umur antara 38 sampai 55 tahun, rerata 47,00 ±5,21 tahun. Berat badan subyek berkisar antara antara 55 sampai 72 kg dengan rerata 66,45 ±4,50 kg, dan tinggi badannya berada pada rentangan 155 sampai 175 cm dengan rerata 167,60 ±4,75 cm. Pengalaman kerja subyek berkisar antara 13 sampai 24 tahun dan rerata 23,70 ± 5,93tahun. Hasil analisis SWBR (strength, weakness, benefit dan risk), kelebihan yang ada di dalam diri anggota kelompok menjadi strength, kelemahan menjadi weakness, keuntungan yang diperoleh dengan adanya perbaikan menjadi benefit, dan resiko yang akan dihadapi bila perbaikan dilakukan menjadi risk, dengan demikian pelaksanaan program biogas di desa Kelating tetap tidak terlaksana dengan baik walaupun sudah melibatkan petani, tokoh masyarakat, pimpinan, kepala lingkungan dan instansi terkait, hal tersebut karena berbagai keterbatasan terutama pola fikir tentang manfaat biogas.