Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MITIGASI BENCANA BANJIR DI WILAYAH PANTAI UTARA KABUPATEN BREBES Suwarno; Suwarsito; Fathrunnadi Shalihati
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Bencana banjir di Kabupaten Brebes awal tahun 2018 mengakibatkan 3 kecamatan tergenang dan dua warga kehilangan nyawa. Faktor penyebab banjir dapat dipengaruhi alam dan non alam seperti perilaku manusia, khususnya seperti mengubah kondisi lahan ke arah pemanfaatan yang tidak semestinya. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor penyebab terjadinya banjir di Kabupaten Brebes. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengkaji penyebab banjir di wilayah Kabupaten Brebes melalui pengumpulan bukti dokumen. Sedangkan pendekatan kuantitaif digunakan untuk menginterpretasi foto udara atau satelit dan Peta Curah Hujan, Peta Lereng dan Peta Tanah guna menyusun Peta Data Elevation Model (DEM), Peta Penggunaan Lahan Eksisting, Peta Arahan Pemanfaatan Lahan dan Peta Bentuk Lahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Pemali dan Cikabuyutan. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab banjir di Kabupaten Brebes adalah faktor alam dan non alam. Faktor alam penyebab banjir meliputi curah hujan yang tinggi, terjadinya sedimentasi, dan kondisi morfometri Daerah Aliran Sungai (DAS) Pemali dan Cikabuyutan yang memiliki alur sungai yang melewati batuan yang resisten yang lebih lunak sehingga sedimen mudah tersangkut, permeabilitas dan kapasitas infiltrasi yang rendah serta memiliki aliran permukaan yang dihasilkan tinggi karena air hujan yang turun cenderung menjadi aliran permukaan daripada meresap ke tanah. Faktor non alam penyebab banjir meliputi aktifitas masyarakat yang membuang sampah di sungai, penambangan batu dan pasir di sepanjang sungai, dan alih fungsi penggunaan lahan.