Kabupaten Brebes dianugrahi Situs Bumiayu yang menyimpan fosil vertebrata tertua di Pulau Jawa. Penemuan fragmen Homo erectus pada bulan November 2016, Maret 2017 dan April 2018 di Situs Bumiayu merupakan penemuan yang spektakuler. Penemuan Homo erectus yang berumur 1.8 jtyl hanya ada di lima negara, salah satunya berada di Situs Bumiayu-Indonesia. Selain fosil Homo erectus di Situs Bumiayu juga ditemukan artefak Kapak genggam, Serpih, Kapak penetak, Bola batu dan Batu inti. Artefak ini digunakan oleh Homo erectus untuk berburu dan menguliti hewan buruannya. Fosil darat dan sungai di Situs Bumiayu antara lain: Reptile (Sarphenthes, Megalochelys, Gavialis), Mamalia (Sinomastodon, Stegodon sp., Stegodon pigmy, Elephas sp., Duboisia santeng, Rhinoceros sp., Cervidae, Sus, Macaca sp., Pongo sp., Canis sp., Cercopithecidae, Bovidae, Hipopotamus, dan Bos bibos), Aves (Metapodial). Sedangkan di daerah transisi hingga laut dangkal antara lain: Pisces (Sting ray, Carcharhinus) Reptile (Crocodylus), Gastropoda (Littorina abtusata, Turitella, Eciplelira nitida, Volena patula, Turicula armigera, Crassostrea Sp., Lambis truncata, Calliostoma ligastum, Murex Sp.), Mollusca (Pelecypoda: Tellina Sp., Acanthocardia, Ostrea), Crinoid, Eksoskeleton dan Coelenterata. Penemuan fosil-fosil Situs Bumiayu telah dikoleksi oleh Tim Museum Purbakala Bumiayu Tonjong selaku voluntir yang peduli akan Pelestarian Situs Bumiayu. Keberadaan fosil tersebut tidak dapat dipisahkan dengan keberagaman litologi atau batuan yang memberikan informasi tentang lingkungan purba. Besarnya potensi yang dimiliki Situs Bumiayu perlu dilestarikan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar Situs Bumiayu. Pengajuan Situs Bumiayu menjadi kawasan Geoheritage menjadi salah satu cara pelestarian dan pemanfaatan Situs yang menjadi program strategis pemeritah untuk mensejahterakan masyarakat.