Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN TOL PEJAGAN -PEMALANG TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMIMASYARAKAT DI KABUPATEN BREBES Darwanto; Edy Yusuf Agung Gunanto; Budi Samadikun
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 alan tol Pejagan-Pemalang merupakan bagian dari tol Trans Jawa. Jalan tol Pejagan-Pemalang telah diresmikan pada tahun 2016 untuk ruas tol Pejagan hingga Brebes Timur dengan panjang 20,2 km, dan pada tahun 2018 untuk ruas tol Brebes Timur hingga Pemalang dengan panjang 37,3 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Brebes. Variabel yang digunakan dalam penelitian antara lain: persepsi masyarakat terhadap pembangunan jalan tol, hubungan sosial, kesehatan, persepsi terhadap dunia pendidikan, pendapatan, mata pencaharian, dan aksesibilitas. Data yang digunakan adalah sampel 120 responden (40 pelaku usaha telur asin, 40 petani, dan 40 warga yang bertempat tinggal di sekitar bangunan fisik jalan tol). Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, kemudian untuk variabel pendapatan dilakukan uji beda rata-rata Paired Sample t-Test menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden sangat tidak setuju dengan pembangunan jalan tol. Dampak sosial yang ditimbulkan antara lain: 1) Hubungan sosial warga yang berada di sebelah selatan dan utara jalan tol rendah; 2) Tingkat kesehatan warga terganggu akibat timbulanya masalah berupa kebisingan, polusi udara, getaran, dan genangan air; 3) Peningkatan persepsi petani terhadap dunia pendidikan. Sedangkan dampak ekonomi yang ditimbulkan adalah: 1) Penurunan tingkat pendapatan. Rata-rata pendapatan pelaku UMKM telur asin sebelum beroperasinya jalan tol adalah Rp 33.341.635,00- per bulan, sedangkan setelah beroperasinya jalan tol adalah Rp 13.261.725,00- per bulan; 2) 747 KK dari 19 desa telah mengalami perubahanmata pencaharian; 3) Waktu tempuh ke lokasi kerja menjadi relatif lebih lama, sedangkan waktu tempuh ke tempat kesehatan, pendidikan, pasar dan Balai Desa tidak mengalami perubahan.