Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu strategi pengembangan human capital dalam pendidikan vokasi yang berperan penting dalam menyiapkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghadapi tuntutan dunia kerja di era Revolusi Industri 4.0. Namun demikian, efektivitas pelaksanaan PKL perlu dievaluasi secara sistematis agar selaras dengan tujuan kebijakan pendidikan vokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan PKL berdasarkan persepsi siswa SMK dengan menggunakan model evaluasi kebijakan William N. Dunn yang meliputi enam dimensi, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-evaluatif dengan metode survei. Sampel penelitian terdiri atas 224 siswa kelas XII yang telah melaksanakan PKL di SMK Negeri 1 Slahung Ponorogo. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berskala Likert 1–4 yang dikembangkan berdasarkan indikator evaluasi kebijakan Dunn, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan PKL berada pada kategori baik, dengan dimensi efektivitas dan ketepatan sebagai aspek terkuat menurut persepsi siswa. Sementara itu, dimensi responsivitas dan pemerataan masih menunjukkan capaian yang relatif lebih rendah dibandingkan dimensi lainnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa PKL telah berkontribusi positif terhadap peningkatan kesiapan kerja siswa, namun masih memerlukan penguatan dalam hal penyesuaian terhadap dinamika kebutuhan industri serta pemerataan kesempatan dan layanan PKL. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola pendidikan vokasi dalam meningkatkan kualitas dan keberlanjutan pelaksanaan PKL sebagai strategi pengembangan sumber daya manusia di era Revolusi Industri 4.0.