Era digital telah membawa perubahan besar dalam cara hidup, bekerja, dan berinteraksi, terutama bagi generasi muda yang tumbuh bersama teknologi. Di balik kemudahan dan akses informasi yang luas, terdapat tantangan serius terhadap kesehatan mental mereka. Berbagai penelitian menunjukkan peningkatan kasus gangguan mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan tidur yang dipengaruhi oleh perbandingan diri di media sosial, cyberbullying, FOMO (fear of missing out), serta kecanduan gawai. Kajian ini menggunakan metode systematic review dengan menganalisis inti pembahasan dari berbagai sumber ilmiah yang valid. Studi literatur dilakukan melalui penelusuran elektronik menggunakan Google Scholar dan Science Direct dengan kata kunci: pengaruh media sosial, anak remaja, kesehatan mental, dan kesehatan fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami secara mendalam dampak negatif penggunaan teknologi terhadap kesehatan mental generasi muda, serta merumuskan strategi intervensi yang tepat dan berkelanjutan. Hasil kajian ini diharapkan menjadi dasar dalam merancang program edukatif dan preventif yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. The digital era has profoundly transformed how we live, work, and interact, especially among the younger generation who have grown up with technology. Despite the convenience and access it provides, serious challenges to mental health have emerged. Studies have reported rising cases of depression, anxiety, and sleep disorders linked to social media comparison, cyberbullying, FOMO (fear of missing out), and gadget addiction. This study employed a systematic review method by analyzing the core discussions from various valid scientific sources. Literature was collected through electronic searches using platforms such as Google Scholar and Science Direct with keywords such as social media influence, teenagers, mental health, and physical health. This research aims to gain deeper insight into the negative impact of technology use on youth mental health and formulate effective and sustainable intervention strategies. The findings are expected to serve as a foundation for designing educational and preventive programs applicable in schools and communities.