Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Principal Leadership, Organizational Culture, and Teacher Commitment on Teacher Performance in Senior High Schools Rini Maharani; Wiwik Wijayanti; Zafrullah Zafrullah; Resky Nuralisa Gunawan
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i1.6192

Abstract

This study explores the influence of principal leadership, organizational culture, and teacher commitment on teacher performance in State Senior High Schools in West Muna Regency. Effective leadership and organizational factors are critical to improving teacher performance, a key driver of educational quality. The study involved 193 teachers selected through appropriate sampling techniques. Data were collected using a questionnaire designed to measure the variables of principal leadership, organizational culture, teacher commitment, and teacher performance. Descriptive statistics, simple linear regression, and multiple linear regression analyses were conducted using SPSS version 26. The results indicated that principal leadership had a positive and significant effect on teacher performance, contributing 4.6%. Organizational culture contributed 3%, and teacher commitment had the highest individual impact at 5.5%. When analyzed collectively through multiple linear regression, the three variables accounted for a total contribution of 11.8% to teacher performance. These findings highlight the importance of fostering effective leadership, a strong organizational culture, and teacher commitment to enhance educational outcomes. Principal leadership and organizational culture create an environment conducive to motivation and collaboration, while teacher commitment directly affects their engagement and effectiveness. The study confirms that principal leadership, organizational culture, and teacher commitment are significant determinants of teacher performance. These factors should be prioritized in educational strategies to improve the quality of teaching in high schools. Further research is recommended to explore other contributing factors and their interplay in diverse educational contexts.
Manajemen Kurikulum Merdeka SMA Negeri di Kota Tanjungpandan Kabupaten Belitung Candralini; Wiwik Wijayanti; Nazar Amrullah
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus-September 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i5.5439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai aspek manajemen Kurikulum Merdeka di SMA Negeri di Kota Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, yang mencakup proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta memetakan hambatan dalam proses manajemen kurikulum. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data mencakup: kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Analisis data yang digunakan adalah: kondensasi data, display data, dan menyimpulkan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan Kurikulum Merdeka di kedua SMA di Tanjung Pandan dilakukan dengan tahapan yakni pembentukan tim pengembangan kurikulum, penentuan visi, misi, dan tujuan sekolah, menganalisis kebutuhan siswa, menganalisis kesiapan guru serta sarana, adanya struktur organisasi lembaga pendidikan yang membagi beban kerja guru sesuai dengan klasifikasinya, penetapan KOSP sebagai sumber acuan utama. (2) pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMA negeri di kota Tanjungpandan sebagian besar sudah mengacu kepada modul pembelajaran yang bermuatan pembelajaran berdiferensiasi, walaupun masih ada guru yang masih melaksanakan, pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pelaksanaan kegiatan kokurikuler (P5) sudah berjalan dengan menurunkan kelima tema besar menjadi beberapa topik setiap tahunnya. (3) Evaluasi pembelajaran formatif dilakukan di dalam proses pembelajaran sedangkan evaluasi kurikulum secara keseluruhan dan sumatif dilakukan di akhir semester. Namun untuk P5 dilaksanakan di setiap akhir pekan; (4) Hambatan utama dalam penerapan Kurikulum Merdeka adalah kurangnya pemahaman guru terhadap konsep kurikulum merdeka, tantangan perubahan paradigma mengajar yang berpusat pada siswa, pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran P5 belum terjadwal dengan baik, masih perlu penguatan pemahaman guru terkait pelaksanaan pembelajaran P5 serta masalah pendanaan P5 yang masih dibebankan kepada siswa.