Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

CONSTRUCTION AND EXPRESSION
OF QUARTET RECOMBINANT PEPTIDE SURFACTANT FOR EOR APPLICATION Cut Nanda Sari; Usman Usman; Refiana Lestary; Riesa Khairunnisa W.R.; Leni Herlina; Syafrizal Syafrizal; Tati Kristianti; Sony Suhandono
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 39 No 3 (2016)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.39.3.98

Abstract

The main drawback of the SUPEL peptide surfactant product which has been developed for EOR application is it isunstable at a high temperature. This research is aimed at generating the prototype of peptide surfactant construction in recombinant by stringing up 4 SUPEL linier sequences. Quartet recombinant technology can produce the peptide surfactant characterized as reversible biosurfactant, which is active at high temperature but inactive at low temperature. Multiple SUPEL Construction (MSC) that was developed in this research is using synthetic DNA and producing SUPEL in 4 sequences that can flip at normal temperature and can open when heated. SDS PAGE analysis results show that MSC construction can be expressed by inducting IPTG and cell harvested at 90°C. This research proves that construction and expression of the SUPEL quartet has been achieved by producing the peptide at an ideal size.
IN SILICO POTENTIAL ANALYSIS OF X6D MODEL OF PEPTIDE SURFACTANT FOR ENHANCED OIL RECOVERY Cut Nanda Sari; Usman Usman; Rukman Hertadi; Tegar Nurwahyu Wijaya; Leni Herlina; Ken Sawitri Suliandari; Syafrizal Syafrizal; Onie Kristiawan
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 39 No 2 (2016)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.39.2.107

Abstract

Peptides and their derivatives can be applied in enhanced oil recovery (EOR) due to their ability to form an emulsion with hydrophobic molecules. However, peptide research for EOR application, either theoretical or computational studies, is still limited. The purpose of this research is to analyse the potency of the X6D model of surfactant peptide for EOR by molecular dynamics simulations in oil-water interface. Molecular dynamics simulation using GROMACS Software with Martini force field can assess a peptide’s ability for self-assembly and emulsification on a microscopic scale. Molecular dynamics simulations combined with coarse grained models will give information about the dynamics of peptide molecules in oil-water interface and the calculation of interfacial tension value. Four designs of X6D model: F6D, L6D, V6D, and I6D are simulated on the oil-water interface. The value of interfacial tension from simulation show the trend of F6D L6D > I6D > V6D. The results indicate that V6D has the greatest reduction in interfacial tension and has the stability until 90°C with the salinity of at least 1M NaCl.
KONSTRUKSI DAN EKSPRESI REKOMBINAN TUNGGAL PEPTIDA SURFAKTAN (SINGLE SUPEL CONSTRUCTION) UNTUK APLIKASI EOR (Construction and Expression of Single Recombinant Peptide Surfactant for Eor Application) Cut Nanda Sari; Usman Pasarai; Riesa K. W Rohmat; Leni Herlina; Ken Sawitri Suliandari; Onie Kristiawan; Dwiyantari Dwiyantari; Tati Kristianti; Sony Suhandono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 50 No 3 (2016)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.50.3.3

Abstract

Surfaktan yang digunakan pada aplikasi peningkatan perolehan minyak tahap lanjut pada umumnya merupakan hasil sintesis kimia. Hasil sintesis ini bersifat cepat dan efektif namun secara kuantitas sangat kecil, sehingga bila dibutuhkan dalam jumlah banyak akan membutuhkan banyak biaya untuk memproduksinya. Alternatif lain yang bisa digunakan untuk menghasilkan surfaktan adalah dengan rekayasa genetika melalui produksi rekombinan dalam mikroorganisme seperti bakteri untuk menghasilkan surfaktan berbasis peptida. Teknologi ini relatif murah dan simpel untuk dilakukan yaitu dengan manipulasi ekspresi sel inang agar menghasilkan peptida surfaktan yang dikonstruk kedalam vektor ekspresi berbasis bakteri. Pada penelitian ini dilakukan konstruksi peptida surfaktan dengan menggunakan metode overlaped reaksi berantai polimerase untuk menghasilkan surfaktan peptida sebagai peptida tunggal. Hasil analisis SDS PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate-Polyacrylamide Gel Electrophoresis) menunjukkan konstruksi peptida surfaktan tunggal dapat diekspresikan dengan cara diinduksi IPTG 1 mM dan dilakukan pemecahan sel untuk mendapatkan protein yang diproduksi diperiplasma. Penelitian ini membuktikan bahwa kedua konstruk berhasil diekspresikan dengan menghasilkan peptida pada ukuran yang sesuai.  Surfactant that is used in enhanced oil recovery applications is generally synthetic chemical result. This synthetic result is quick and effective but very small in quantity, so if the demand in great amount, the more expensive cost needed. The other possible alternative to produce surfactant is by genetic engineering through recombinant production in micro organism such as bacteria to produce peptide based surfactant. This technology is relatively cheap and simple to be implemented, that is by manipulating bacterial based main cell expression. In this research, construction of peptide surfactant using overlapped polymerase chain reaction method to generate surfactant peptide as single peptide. Analysis result of SDS poly acrilamid gel electrophoresis shows that single surfactant peptide construction can be expressed by induction of IPTG 1 mM and also cell cracking to obtain protein which is produced by diperiplasma. This research proves that both two constructions have been successfully expressed by producing peptide in suitable size.
Seleksi Mikroba dan Nutrisi yang Berpotensi Menghasilkan Biosurfaktan untuk MEOR Cut Nanda Sari; Yanni Kussuryani
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 47 No 2 (2013)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.47.2.222

Abstract

Biosurfaktan merupakan surfaktan yang dihasilkan oleh mikroba dari golongan bakteri hidrokarbonoklastik yang memiliki kemampuan menurunkan tegangan antar muka. Faktor keberhasilan dalam produksi biosurfaktan ditentukan dari jenis mikroba dan nutrisi yang digunakan. Kegiatan penelitian ini terdiri atas empat tahapan yaitu aktivasi dan kultivasi mikroba, seleksi mikroba penghasil biosurfaktan, kurva pertumbuhan mikroba, seleksi nutrisi. Aktivasi dan kultivasi mikroba dilakukan dalam tiga tahapan dengan masa inkubasi masing-masing tahapan yaitu 37oC selama 24 jam. Hasil seleksi mikroba penghasil biosurfaktan diperoleh tiga jenis mikroba dari tujuh mikroba yang diuji, berdasarkan indikasi luasnya zona lisis yang terbentuk pada media agar darah yaitu, BLCC B-3, BLCC B-4 dan BLCC B-5. Hasil uji lanjut terhadap ketiga mikroba tersebut pada media minyak dengan mengukur tegangan antar muka (IFT), menghasilkan dua mikroba dengan nilai IFT yang terendah yaitu BLCC B-3 dan BLCC B-5. Hasil screening nutrisi berdasarkan pengukuran Tegangan Antar Muka (IFT), Viskositas, Total Plate Count (TPC), dan pH, menunjukkan media BC-4 dan media PA-4 mendukung aktivitas mikroba dalam memproduksi biosurfaktan. Biosurfactant is a surfactant derived from hydrocarbonoclastic bacteria which are capable to reduce surface tension. The successful biosurfactant productions are determined by nutrition and microbial species. This research consists of 4 main steps: activation and cultivation of microbes, microbial growth curves, screening of surfactant producing bacteria, and screening of nutrition. Microbial activation and cultivation conducted in 3 sequential cultivation in 24 hours incubation time at 37oC. Screening of surfactant producing bacteria from 7 microbial isolates obtained 3 isolates which show positive result based on diameter of hemolytic area on blood agar. They are BLCC B-3, BLCC B-4 and BLCC B-5. The interfacial tension (IFT) examination result from these 3 isolates showed that BLCC B-3 and BLCC B-5 had the lowest IFT value. The result of nutrition screening based on IFT, viscosity, Total Plate Count, and pH show that BC-4 and PA-4 media are the best composition of media that support the microbes in producing surfactants.
Manfaat Surfaktan dari Bakteri Laut Hidrokarbonoklastik untuk Akselerator Proses Hidrokarbon Minyak Bumi Dorrotun Najiah; Nuning Vita Hidayati; Cut Nanda Sari
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 47 No 2 (2013)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.47.2.241

Abstract

Pencemaran yang disebabkan oleh tumpahan minyak bumi telah banyak terjadi di perairan darat maupun laut. Berbagai upaya telah dilakukan salah satunya yaitu penambahan senyawa surfaktan sintetik ke perairan. Pemakaian surfaktan sintetik ternyata akan menjadi limbah yang menyebabkan kerusakan lingkungan, sehingga diperlukan upaya untuk menanggulanginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bakteri laut hidrokarbonoklastik (Halobacillus trueperi dan Rhodobacteraceae bacterium) dalam memproduksi biosurfaktan. Penelitian dibagi menjadi 5 perlakuan, yaitu kontrol (Media+Minyak Bumi dan Media+Minyak Jelantah), Media+Minyak Bumi+Halobacillus trueperi, Media+Minyak Bumi+Rhodobacteraceae bacterium, Media+Minyak Jelantah+Halobacillus trueperi dan Media+ Minyak Jelantah+Rhodobacteraceae bacterium. Parameter pengukuran meliputi diameter zona bening (uji bakteri penghasil biosurfaktan) bobot biomasa, bobot endapan asam, dan tegangan permukaan (produksi biosurfaktan). Hasil penelitian menunjukkan R. bacterium dengan sumber karbon minyak jelantah lebih berpotensi memproduksi biosurfaktan dibandingkan dengan bakteri H. truperi. Produksi biosurfaktan yang dihasilkan oleh bakteri R. bacterium sebesar 0,7047 g/L. Isolat bakteri R. bacterium dapat menurunkan tegangan permukaan dari 40,80 mN/m hingga mencapai 30,09 mN/m, kemampuan menurunkan hingga 30,09 mN/m sehingga biosurfaktan yang di produksi bakteri ini dapat digunakan sebagai akselerator biodegradasi hidrokarbon pencemaran minyak bumi di laut.