Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

CATALYTIC PERFORMANCE OF ZSM-5 ZEOLITE IN HEAVY HYDROCARBON CATALYTIC CRACKING: A REVIEW Ratu Ulfiati
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 42 No 1 (2019)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.42.1.384

Abstract

Low quality heavy oils and residues, which are subsequently obtained by processing heavy crudes, are considered as alternate suitable source for transportation fuels, energy and petrochemicals. ZSM-5 zeolite with high Si/Al ratio and modified with phosphorous and La has showed not only high selectivity to light olefins but also high hydrothermal stability for the steam catalytic cracking of naphtha. Kaolin is promising natural resource as raw material to synthesis of ZSM-5 zeolite. The utilization of acid catalysts with large pore size or hierarchically structured and high hydrothermal stability to resist the severity of the steam catalytic cracking (or thermal and catalytic cracking) operation conditions to maximize the olefin production.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESISI DAN AKURASI DATA HASIL UJI DALAM MENENTUKAN KOMPETENSI LABORATORIUM (The Factor that Affect the Precision and Accuracy of Test Result Data within Determine the Laboratory Compentency Level) Ratu Ulfiati; Tri Purnami; Rona Malam Karina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 51 No 1 (2017)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.51.1.15

Abstract

Jaminan mutu hasil pengujian laboratorium yang dapat menentukan kompetensi laboratorium, antara lain dari hasil uji banding antar laboratorium atau uji profesiensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi presisi dan akurasi data hasil uji dalam rangka penjaminan mutu laboratorium. Penelitian ini mengambil kasus penyelenggaraan uji profesiensi pelumas yaitu Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation Proficiency Testing Programme yang diselenggarakan oleh Komite Akreditasi Nasional bekerjasama dengan PPPTMGB “LEMIGAS” pada tahun 2014 dengan parameter uji meliputi Viskositas Kinematik pada 40oC dan 100oC, Viskositas pada Suhu Rendah (Metode CCS), Angka Basa Total, serta Sifat Penguapan (Metode Noack). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa data hasil uji yang tidak memuaskan untuk parameter viskositas 40oC dan 100oC masing-masing adalah 19,51% dan 10.26%, TBN 8,00%, CCS 5,56% dan untuk Sifat Penguapan (Metode Noack) seluruhnya memuaskan. Sedangkan %RSD paling rendah adalah viskositas kinematik pada 40oC sebesar 0,5516 dan %RSD paling tinggi yaitu sifat penguapan metode noack sebesar 7,048. Data hasil uji dengan nilai %RSD kecil mempunyai tingkat presisi dan akurasi yang lebih baik, sehingga kumpulan data tersebut sangat sensitif terhadap perbedaan nilai dan mudah masuk dalam kategori outlier. Faktor–faktor yang mempengaruhi presisi dan akurasi data adalah pemilihan metode uji, kompetensi personil, kalibrasi atau verifikasi alat uji serta penggunaan bahan kimia yang tepat. Presisi dan akurasi data hasil uji menentukan tingkat kompetensi laboratorium, hal ini dapat dicapai apabila sistem manajemen mutu telah diimplementasikan secara efektif dan konsisten. The competence of a laboratory is supported by its quality assurance which is affected, the results of interlaboratory comparisons or profi ciency testing. The objective of this study to determine the factors that affect the precision and accuracy of test result data in the framework of laboratory quality assurance. This study was carried out using the case of lubricants profi ciency testing namely Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation Proficiency Testing Programme organized by the National Accreditation Committee in cooperation with PPPTMGB “LEMIGAS” in 2014, profi ciency testing parameters include Kinematic Viscosity at 40°C and 100°C, Viscosity at Low Temperature (CCS Method), Total Base Number (TBN), and Evaporation Loss (Noack Method). The evaluation of the results indicate that the test results which are not satisfactory for the viscosity parameter at 40°C and 100°C are 19.51% and 10.26% respectively, TBN is 8.00%, CCS is 5.56%, whereas for evaporation loss (Noack Method), all the results are satisfactory. Whereas the lowest %RSD is kinematic viscosity at 40°C0.5516 and the highest is evaporation loss (Noack Method) 7.048. The data with lower %RSD have better precision and accuracy level, as a result the aggregate of the data are very sensitive to the value disparity. More over these data are much easier to enter the outlier category. The factors that affect the precision and accuracy data include selection test method, personnel competency, callibration or verifi cation of the equipment, and using appropriate chemical reagent. The precision and accuracy of the data indicating that the laboratory competency level are accessible, if the effectiveness and consistency of quality manajemen system have already implemented.
Pentingnya Kebersihan Pelumas Mesin Ratu Ulfiati
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 42 No 1 (2008)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.42.1.109

Abstract

Aspek yang paling penting untuk menjamin kondisi mesin dan umur pakai pelumas secara maksimal adalah dengan memilih pelumas yang benar. Selanjutnya, menjaga agar pelumas tetap bersih dan kering. Kontaminasi partikulat dan air dapat memberikan efek-efek yang merusak mesin dan memperpendek umur pakai pelumas. Pemilihan pelumas yang tepat dan menjaganya agar tetap pada kondisi yang baik adalah sangat kritis untuk mempertahankan kondisi operasi yang efisien, memperpanjang umur peralatan, dan meningkatkan keandalan peralatan. Selain itu, desain tempat penyimpanan pelumas dan tatacara penanganannya yang baik, memungkinkan penghematan biaya pemeliharaan peralatan yang signifikan.
Formulasi Gemuk Lumas Sabun Litium dengan Bahan Dasar Minyak Jarak Ratu Ulfiati
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 2 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.2.134

Abstract

Gemuk lumas merupakan pelumas dalam bentuk setengah padat, terbuat dari minyak lumas dasar ditambah aditif dan bahan pengental (thickening agent). Sabun adalah zat pengemulsi yang umum digunakan, dan jenis sabun yang dipilih tergantung pada kondisi penggunaan gemuk lumas tersebut. Penggunaan sabun yang berbeda akan menghasilkan tingkat ketahanan terhadap temperatur (tergantung pada viskositas dan volatilitasnya), air, dan reaktivitas kimia yang berbeda. Kondisi proses saponifikasi dan mekanisme pencampuran bahan baku, mempengaruhi kualitas gemuk lumas. Selain itu juga jenis sabun dan konsentrasi sabun yang terbentuk serta dispersi sabun dalam minyak dasar mempengaruhi titik leleh gemuk lumas; jumlah bahan pengental dan bahan pengisi mempengaruhi kekerasan gemuk; dengan komposisi yang sama, gemuk lumas dengan bahan dasar minyak mineral mempunyai tingkat kekerasan yang lebih tinggi (NLGI) dibandingkan dengan gemuk lumas dengan bahan dasar minyak jarak; penambahan aditif tekanan ekstrim dapat mengurangi diameter scar pada bola uji fourball secara efektif.
Peran Laboratorium Pengendalian Mutu dalam Menjamin Kualitas Produk Pelumas Ratu Ulfiati
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 44 No 2 (2010)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.44.2.164

Abstract

Produsen pelumas harus mampu menghasilkan produk yang bermutu sesuai dengan spesifikasi, agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global. Mutu yang baik dapat dicapai oleh perusahaan antara lain dengan menerapkan sistem manajemen mutu. Sistem manajemen mutu membantu perusahaan untuk bekerja lebih efektif dan efisien. Tingkat keberhasilan perusahaan tidak dilihat dari sertifikat standar sistem mutu tertentu yang dimiliki, tetapi dari tingkat kepuasan konsumen pada produk yang dibeli. Hal terpenting bahwa, kualitas produk yang baik akan meningkatkan jumlah konsumen dan pendapatan perusahaan, bukan sistem manajeman mutu yang diterapkan. Laboratorium pengendalian mutu melakukan pengujian produk mulai dari bahan baku hingga produk jadi, oleh karena itu kompetensi laboratorium pengendalian mutu pelumas harus selalu ditingkatkan.