Alvanov Zpalanzani Mansoor
Bandung Institute of Technology

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Fenomena Viral Meme Internet Chuck Norris Annisa Nurul Khasanah; Alvanov Zpalanzani Mansoor
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 1 No. 1 (2020): DESKOMVIS: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v1i1.8

Abstract

Meme Internet merupakan salah satu komedi kontemporer yang menyebar melalui jaringan internet global yang dirancang memalui pembajakan dan pengubah-suaian konten keseharian manusia dan populer. Meme internet Chuck Norris adalah salah satu meme populer yang menyebar secara global pada tahun 2007 sampai 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan menganalisis secara kualitatif deskriptif yang dikaji dengan teori Tipping Point dari Malcolm Gladwell. Adapun temuan penelitian ini adalah fenomena populernya meme internet Chuck Norris disebabkan oleh penggunaan penekanan konten keseharian yang dibuat bombastis dan penunggangan pada konten populer lain yang menyebar melalui forum online dan media sosial.
Analisis Identitas Komik Horor Indonesia pada Platform Webtoon Periode 2016 - 2020 Basyarayni Mawla Fatha; Alvanov Zpalanzani Mansoor
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 1 No. 3 (2020): DESKOMVIS: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v1i3.16

Abstract

Fiksi horor merupakan budaya bertutur yang secara turun temurun telah membentuk suatu fiksasi kultural terhadap fiksi horor di Indonesia dengan mitos dan kepercayaannya. Sebagai salah satu bentuk dari subkategori literatur horor fiktif, komik horor juga mulai berkembang di Indonesia bersamaan dengan berkembangnya fiksi horor pada media lain seperti film dan sastra. Adanya pola tertentu yang muncul pada komik horor Indonesia menarik penulis untuk mengkaji bahasan ini secara lebih lanjut guna memetakan karakteristik komik horor di Indonesia, khususnya komik horor pada platform webtoon. Kecenderungan pembaca komik horor Indonesia atas narasi dan gaya visual dari komik horor itu sendiri dapat dianalisis melalui adanya pemetaan komik horor Indonesia pada platform webtoon. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik satu kesimpulan bahwa komik dengan tema mistisisme lokal lebih digemari bila dibandingkan dengan tema selainnya, teknik visualisasi dengan jump scare lebih digemari dibandingkan dengan komik horor yang tidak menerapkan teknik visualisasi serupa. Karakter perempuan memiliki peran yang signifikan pada komik horor Indonesia, baik sebagai protagonis maupun sebagai elemen horor itu sendiri.
Matrix-based character design systems: Parallel principles in manga matrix and lora for neural networks Anthoni Reza Pahlevi; Alvanov Zpalanzani Mansoor
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 6 No. 1 (2025): Deksomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v6i1.96

Abstract

The integration of AI in character design lacks systematic frameworks that translate traditional visual design principles into computational parameters, creating a conceptual gap between designers' artistic intent and AI tool configuration. This research identifies four parallel principles—structural decomposition, modular recombination, granular control, and hierarchical organization—shared between Hiroyoshi Tsukamoto's Manga Matrix and Low-Rank Adaptation (LoRA), developing the first translation framework that maps visual design decisions to specific LoRA parameters. We reveal how matrix-based organizational principles create actionable pathways for designer-AI collaboration, establishing that these systems share fundamental operational mechanisms despite their distinct domains. Through literature review and comparative analysis, we examine how Manga Matrix's visual grid elements correspond to LoRA's rank values and weight distributions, establishing practical implementation guidelines for each principle. The research establishes foundational methodology for human-AI co-creation, contributing to more practical and consistent AI-assisted design workflows.