Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di Sekolah MTS Al-Qodiri Gumukmas Alfan Rizqi; Nanang Budianto
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i2.7347

Abstract

Krisis moral yang berkembang di kalangan generasi muda menjadi latar belakang penting dalam penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter peserta didik di MTs Al-Qodiri Gumukmas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai pendidik profesional, motivator, suri teladan, dan penghubung antara ajaran agama dengan realitas kehidupan siswa. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pemaparan peran guru PAI secara holistik dalam membentuk karakter melalui integrasi nilai-nilai spiritual dan pendekatan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya inovasi dalam metode pembelajaran serta penguatan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik.
Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Dalam Meningkatkan Kinerja Guru PAI di SMK Plus Al-Mujahidi Nufal Nur Azizi; Nanang Budianto
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i2.7348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam peran kepala sekolah sebagai supervisor dalam meningkatkan kinerja guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Al-Mujahidi. Pendekatan kualitatif yang berupa studi kasus diterapkan untuk menyelidiki dinamika supervisi yang terjadi, dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik supervisi yang dijalankan masih bersifat administratif dan belum menyentuh aspek pedagogik serta pengembangan profesional guru secara menyeluruh. Supervisi dilakukan secara berkala namun cenderung minim umpan balik konstruktif yang mampu mendorong refleksi dan inovasi dalam pembelajaran PAI. Ditemukan pula bahwa kendala utama terletak pada pemahaman supervisi yang masih bersifat formalitas, keterbatasan sumber daya, dan belum terbangunnya budaya supervisi kolaboratif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya transformasi pendekatan supervisi kepala sekolah menuju model yang lebih partisipatif dan kontekstual, khususnya di sekolah kejuruan berbasis keagamaan di pedesaan, agar dapat menjawab kebutuhan pembelajaran PAI yang sarat dengan nilai moral dan spiritual. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan model supervisi yang lebih aplikatif dan berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran.
PAI CURRICULUM CHANGES FROM TIME TO TIME Fitriah Khoirul Umamah; Dzihni mutawakkil Alalloh; Nanang Budianto
International Journal of Multidisciplinary Reseach Vol. 2 No. 3 (2026): June
Publisher : International Journal of Multidisciplinary Reseach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Islamic Religious Education (PAI) curriculum in Indonesia has undergone significant changes since the early days of independence until the Merdeka Curriculum era. Each curriculum change reflects evolving educational needs, social dynamics, and ever-changing global challenges. This study aims to describe the development of the PAI curriculum from 1947, 1952, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004 (KBK), 2006 (KTSP), 2013, to the Merdeka Curriculum in 2022. The method used ishistorical researchthrough an analysis of official documents from the Ministry of Education and Culture and other relevant literature. The results show that changes to the Islamic Religious Education curriculum are influenced by factors such as relevance to the times, technological advances, societal needs, demands for 21st-century competencies, and national education policies. These changes have positive impacts, such as increased learning relevance, character building, and flexibility in implementation, but also present challenges, particularly teacher readiness and adaptation of the learning system. The latest curriculum, the Merdeka Curriculum, offers a more flexible, student-centered model that emphasizes religious moderation and contextual learning. In conclusion, the development of the Islamic Religious Education curriculum over time is an adaptive process aimed at improving the quality of Islamic education to meet the needs of generations and the demands of the times