This Author published in this journals
All Journal Jurnal Siartek
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISA KEBUTUHAN PEDESTRIAN PADA RUAS JALAN RAJA CENTIS YANG MERUPAKAN KORIDOR PADA AREA PERTOKOAN KOTA MAUMERE Yoseph Thobias Pareira; Emiliana Y. Polawati
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 5 No 2 (2019): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maumere merupakan salah satu kota potensial di pulau Flores untuk pertumbuhan dan perkembangan kota yang pesat. Destinasi pariwisata potensial banyak sekali bermuncul di kota ini dan daerah-daerah sekitarnya. Kota Maumere juga merupakan salah satu kawasan pusat distribusi barang untuk kepulauan Flores. Kota ini memiliki beberapa universitas dan sekolah tinggi populer dari propinsi Nusa Tenggara Timur. Salah satu kawasan di Kota Maumere yang saat ini memiliki aktivitas lalu lintas yang padat adalah pada kawasan Jalan Raja Centis (area pertokoan). Kepadatan lalu lintas terjadi karena area ini merupakan pusat perdagangan kota Maumere, yang juga didukung dengan aktivitas penunjang lainnya seperti rumah makan dan perkantoran. Dengan bentuk yang linear dan letak antara satu bangunan dan bangunan lainnya yang berdekatan, sirkuliasi di area ini dipadati juga oleh para pejalan kaki. Sayangnya, aktivitas pejalan kaki tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, dimana yang paling utama, belum terdapatnya jalur khusus untuk pejalan kaki. Kondisi ini berimbas pada dimanfaatkannya bahu jalan untuk berjalan kaki, yang mengganggu lalu lintas sekaligus membahayakan keselamatan para pejalan kaki. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji karakteristik dari pejalan kaki dan kemudian merumuskan lebar area pedestrian yang ideal untuk kawasan dimaksud. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah pemahaman mengenai karakteristik dari pejalan kaki dan ukuran pedestrian yang ideal untuk Jalan Raja Centis. Penentuan lebar efektif area pedestrian didapatkan dari volume pejalan kaki dibagi dengan 35 dan ditambah ā€œNā€. Data – data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan survey langsung ke lokasi penelitian yang berupa volume pejalan kaki dan penyebaran kuisioner, sedangkan data sekunder adalah peta lokasi penelitian. Berdasarkan analisis dan pembahasan diperoleh kebutuhan lebar efektifnya adalah 1,6 m, dengan tingkat pelayanan yang diperoleh adalah A.