Dahlia Dahlia
Institut Agama Islam Syubbanul Wathon Magelang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Inovasi Manajemen Keuangan Berbasis Smart Card (SIC) sebagai Mekanisme Behavioral Control dalam Pembentukan Kedisiplinan Santri : Smart Card (SIC)-Based Financial Management Innovation as a Behavioral Control Mechanism in Developing Student Discipline Bayu Aqil Barroroh; Ahmad Fuad Hasyim HS; Dahlia Dahlia
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 03 (2025): Research Articles, December 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v5i03.7437

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Santri Identity Card (SIC) as a digital financial management innovation to enhance student discipline at the API ASRI Tegalrejo Magelang Islamic Boarding School. The research is motivated by the need for Islamic boarding schools to adapt to technological advancements while simultaneously strengthening students’ character development through an orderly, transparent, and accountable financial management system. This study employs a qualitative descriptive method, with data collected through observation, interviews, and documentation. The analysis follows the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of the SIC has a significant impact on students’ financial behavior. Students become more disciplined, measured, and responsible in managing their pocket money, as all transactions are automatically recorded and can be monitored in real time by administrators and guardians. This level of transparency encourages students to restrain consumptive behavior and to distinguish between needs and wants. For the Islamic boarding school, the SIC enhances administrative efficiency, improves record accuracy, and strengthens institutional financial accountability. However, several challenges remain, including limited digital literacy and occasional technical disruptions. These obstacles can be addressed through continuous training and mentoring. Overall, financial digitization through the SIC not only improves the effectiveness of Islamic boarding school management but also functions as an instrument for fostering Islamic character, particularly discipline and responsibility among students. This innovation demonstrates that technology can be harmoniously integrated into Islamic boarding school education.
MANAJEMEN PESERTA DIDIK DALAM MEMBENTUK RESILIENSI DAN KEBERHASILAN AKADEMIK SISWA Rindiyani Alfina Putri; Dahlia Dahlia; Muhamad Sholikhun
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10760

Abstract

This study aims to analyze the role of student management in shaping student resilience and academic success at MTs-MA Syubbanul Wathon Tegalrejo. This study is motivated by the need for a student management system that functions as a dormitory-based structural development system that directly produces resilience, but is able to respond to academic and psychological pressures in high-intensity Islamic boarding school-based education. This study uses a qualitative approach with an intrinsic case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The results show that student management is implemented through six integrated stages, namely planning, recruitment and admission, orientation and adjustment, placement and grouping, coaching and supervision, and evaluation and alumni services. These six stages do not operate solely as administrative procedures, but as an integrated dormitory-based development system that directly shapes student resilience. Resilience develops through structured adaptive pressures, control of daily activities, and support from the Islamic boarding school environment, which impact the stability of student learning motivation and academic achievement. These findings confirm that student management operates as a structural mechanism in producing resilience and academic success simultaneously. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis peran manajemen peserta didik dalam membentuk resiliensi dan keberhasilan akademik siswa di MTs–MA Syubbanul Wathon Tegalrejo. Studi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan sistem pengelolaan peserta didik yang berfungsi sebagai sistem pembinaan struktural berbasis asrama yang secara langsung berperan dalam membentuk resiliensi, tetapi mampu merespons tekanan akademik dan psikologis dalam pendidikan berbasis pesantren berintensitas tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen peserta didik diimplementasikan melalui enam tahapan terintegrasi, yaitu perencanaan, rekrutmen dan penerimaan, orientasi dan penyesuaian, penempatan dan pengelompokan, pembinaan dan pengawasan, serta evaluasi dan layanan alumni. Keenam tahapan tersebut tidak beroperasi sebagai prosedur administratif semata, tetapi sebagai sistem pembinaan terpadu berbasis asrama yang secara langsung membentuk resiliensi peserta didik. Resiliensi berkembang melalui tekanan adaptif yang terstruktur, kontrol aktivitas harian, dan dukungan lingkungan pesantren, yang berdampak pada stabilitas motivasi belajar dan capaian akademik siswa. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen peserta didik beroperasi sebagai mekanisme struktural dalam menghasilkan resiliensi dan keberhasilan akademik secara simultan.
INOVASI KURIKULUM BERBASIS PROJECT-BASED LEARNING UNTUK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL Fina Umu Rif Athi; Nailatul Muna; Dahlia Dahlia
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9770

Abstract

ABSTRACT The rapid development of digital transformation in education requires curriculum innovations that integrate character development, 21st-century competencies, and the optimal use of technology to enhance the effectiveness of the learning process. This study aims to comprehensively examine the implementation of Project-Based Learning (PjBL)-based curriculum innovation in strengthening the Profil Pelajar Pancasila in the era of digital transformation. This study employed a descriptive qualitative approach conducted at one educational institution that has implemented the Kurikulum Merdeka. The research subjects consisted of teachers, eleventh-grade students, and the school curriculum development team. Data collection was carried out through observation, in-depth interviews, and documentation study. The obtained data were then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing conducted interactively. The findings indicate that PjBL-based curriculum innovation promotes a more participatory, collaborative, and contextual learning process. The integration of digital technology in project-based activities contributes to the improvement of students’ digital literacy, creativity, and problem-solving skills. The strengthening of critical thinking, creativity, collaboration (gotong royong), independence, and moral responsibility is reflected in students’ active engagement throughout each stage of the project. However, the implementation of PjBL still faces several challenges, including limited instructional time, teachers’ readiness in designing authentic projects, and variations in students’ levels of digital literacy. This study concludes that Project-Based Learning-based curriculum innovation represents a relevant strategy for strengthening character development and integrating 21st-century competencies in the context of ongoing digital transformation. ABSTRAK Perkembangan transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut inovasi kurikulum yang mampu mengintegrasikan penguatan karakter, kompetensi abad ke-21, serta optimalisasi teknologi dalam mendukung efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif penerapan inovasi kurikulum berbasis Project-Based Learning (PjBL) dalam memperkuat Profil Pelajar Pancasila pada era transformasi digital. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan pada salah satu lembaga pendidikan yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Subjek penelitian meliputi guru, peserta didik kelas XI, serta tim pengembang kurikulum sekolah. Pengumpulan data dilaksanakan melalui kegiatan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang dilakukan secara interaktif. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa inovasi kurikulum berbasis PjBL dapat mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih partisipatif, kolaboratif, dan kontekstual. Pengintegrasian teknologi digital dalam kegiatan proyek pembelajaran berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan literasi digital, kreativitas, serta keterampilan pemecahan masalah peserta didik. Penguatan dimensi bernalar kritis, kreatif, gotong royong, mandiri, serta tanggung jawab moral terlihat melalui keterlibatan aktif siswa dalam setiap tahapan proyek. Namun demikian, pelaksanaan PjBL masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan waktu pembelajaran, kesiapan guru dalam merancang proyek yang autentik, serta perbedaan tingkat literasi digital di kalangan siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi kurikulum berbasis Project-Based Learning merupakan strategi yang relevan dalam memperkuat karakter dan kompetensi abad ke-21 secara terpadu di tengah dinamika transformasi digital.