Fera Sintia
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Teuku Umar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Kebijakan Pengendalian Kualitas Air Minum Terhadap Kesehatan Masyarakat di Indonesia Fera Sintia; Marniati Marniati
Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB) Vol. 5 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tujuh Belas, Karanganyar, JAwa, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Topic: Air merupakan salah satu komponen yang paling penting dalam kelangsungan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Air mempunyai kemampuan atau pengaruh langsung terhadap manusia, khususnya pada kesehatan manusia. Masalah: Air minum yang tidak aman tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagikelompok rentan seperti balita, orang dengan imun yang rendah, dan lansia. Salah satu masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah penyakit akibat air (waterborne disease), serta penyakit diare. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana kualitas air minum yang tidak boleh dikonsumsi serta untuk mengetahui seberapa besar masalah terkait kualitas air minum di suatu wilayah, dan bagaimana cara untuk menanggulangi masalah terkait kualitas air minum di suatu wilayah. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian berupa Literature Riview. Hasil: Kualitas air sangatlah berpengaruh terhadap kesehatan, karena air yang sudah terkontaminasi dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti infeksi pencernaan, diare, serta kolera. Adapun kualitas air yang baik untuk kesehatan adalah air yang memiliki ciri0ciri seperti tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi penyakit yang disebabkan oleh kualitas air minum yang tidak baik yaitu dengan menerapkan gaya hidup sehat dan sanitasi air minum dengan tidak minum air sembarangan. Sehingga, dengan adanya sanitasi air minum yang baik, risiko penyakit yang disebabkan oleh kualitas air minum yang terkontaminasi dapat dikurangi secara signifikan. Kesimpulan: Air, khususnya air minum haruslah memenuhi syarat baik dari aspek kuantitas maupun kualitas. Aspek yang paling utama dipenuihi adalah aspek kualitas, dimana air minum dapat secara langsung mempengaruhi kesehatan masyarakat. Peningkatan kebutuhan air bersih dari tahun ke tahun akan berdampak pada menurunnya cadangan air. Akibat dari pencemaran air adalah menurunnya standar kualitas air besih yang bisa digunakan oleh masyarakat. Saran: Peneliti dapat mengatasi masalah kualitas air minum yang berada di suatu wilayah serta mengetahui bagaimana cara atau upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.