Hary Sulistyo
Humaniora Studies, Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Representation of Local Wisdom as An Educational Aspect in Eastern Indonesian Films Rumtini Rumtini; Hary Sulistyo; Moh. Badrus Solichin
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21776

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai representasi nilai pendidikan dalam aspek kearifan lokal terhadap film berlatar Indonesia Timur. Pembahasan mengenai hal ini menarik karena banyak film di Indonesia Timur yang secara khusus membahas isu pendidikan yang menggambaran kekurangan unsur pendidikan formal serta juga solusi yang diambil oleh masyarakat atas ketertinggalan pendidikan berdasarkan konteks kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengungkapkan nilai pendidikan dalam aspek lokalitas masyarakat yang tercermin dalam film berlatar Indonesia Timur; 2) melakukan analisis data terhadap film-film Indonesia Timur dengan kontekstualisasi dan penelitian lain yang membahas isu tersebut. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah deskripsi konteks kearifan lokal dalam film-film Indnesia Timur. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah penmaknaan representasi lokalitas dalam film-film tersebut. Teknik penarikan simpulan dalam penelitian ini adalah induktif. Adapun langkah-langkah penelitian adalah: 1) mengamati dan mencatat film berlatar Indonesia Timur, khususnya mengenai representasi nilai pendidikan dalam lokalitas; 2) melakukan analisis dalam mengkorelasikan data film dengan kondisi kontekstual dan penelitian lain yang membahas isu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan: 1) beberapa film yang berlatar di Indonesia Timur, memperlihatkan keterbatasan akses dan infrastruktur sehingga mereka memilih untuk mengambil inisiatif dalam dunia pendidikan seperti dalam hal gotong-royong membangun sekolah, guru sukarela, dan model pendidikan kontekstual; 2) kajian tentang kondisi pendidikan di Indonesia Timur memperlihatkan keterbatasan peran pemerintah terutama dalam infrastruktur dan ketersediaan guru yang berasal dari masyarakat setempat. Simpulan dalam penelitian ini menunjukkan, kearifan lokal masyarakat Indonesia Timur, menjadi kontrol sekaligus nilai lebih atas keterbatasan akses pendidikan untuk masyarakat setempat.