Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGENALAN PERMAINAN TRADISIONAL SEJAK DINI SEBAGAI PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI RUMAH BELAJAR DAN BERMAIN UNTUKMU SI KECIL JEMBER Ana Aniati
Ar-Risalah Media Keislaman Pendidikan dan Hukum Islam Vol. 11 No. 2 (2013): (OKTOBER 2013)
Publisher : LPPM IAI IBRAHIMY GENTENG BANYUWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education through traditional games, in addition to training children to have solidarity, social sensitivity, solidarity harmonious with the surrounding environment, is also one of the efforts to preserve the local wisdom education. Foundation "For you Little", the children of the lower classes are directed through positive education, such as: art, reading, writing, and discussion. USK also maintain and develop the traditional game to preserve the cultural heritage that is loaded this noble message. Sports and traditional games were preserved and developed, among others Gobag Sodor, hopscotch, jacks, Dakon, stilts, Jamuran, Jumpritan, and so forth. Education through traditional games, in addition to training children to have solidarity, social sensitivity, solidarity harmonious with the surrounding environment, is also one of the efforts to preserve the local wisdom education. The pattern of education through play groups have been arguing, inter alia, the low level of understanding of the community at that time about the importance of education outside of school quality, so hopefully with the education of children from an early age that began with vocational education and the arts, will arise the spirit love the culture of the nation and loved the country.
Kontribusi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dalam Kemandirian Ekonomi Masyarakat Melalui Program Kewirausahaan Ana Aniati; Elok Rosyidah
JURNAL PUSPAKA Vol 1 No 3 (2025): Jurnal Pusat Studi Pancasila dan Kebijakan
Publisher : Pusat Studi Pancasila dan Kebijakan Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/jurnalpuspaka.v1i3.682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cendekia Nusantara dalam kemandirian ekonomi masyarakat melalui program kewirausahaan berbasis komunitas. Latar belakang penelitian ini berpijak pada pentingnya pendidikan non-formal dalam menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap pelatihan keterampilan dan legalitas usaha. Posisi penelitian ini melengkapi studi-studi sebelumnya yang lebih menekankan pada aspek literasi dasar, dengan menyoroti dampak program kewirausahaan secara ekonomi dan sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengelola, tutor, warga belajar, serta mitra kelembagaan seperti dinas UMKM dan penyuluh agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan keterampilan teknis (kuliner dan kerajinan), pendampingan legalitas (PIRT, NIB, sertifikat halal), serta dukungan sosial (komunitas wirausaha) mampu meningkatkan keterampilan, pendapatan, dan kemandirian ekonomi warga belajar. Strategi partisipatif dan kolaboratif terbukti efektif dalam menghadapi tantangan teknis, digital, dan kultural. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat pemahaman tentang pentingnya PKBM sebagai agen transformasi ekonomi berbasis komunitas
Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mengintegrasikan Nilai-Nilai Nasionalisme Religius Di Paud Elbina Banyuwangi Ana Aniati; Fajar Isnaeni; Meliantina Meliantina
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENELITIAN IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/penelitianipteks.v10i1.2660

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam mengintegrasikan nilai nasionalisme dan keagamaan pada anak usia dini di PAUD Elbina Banyuwangi. Kajian ini penting dalam menghadapi tantangan globalisasi yang dapat mengikis identitas budaya dan keagamaan, khususnya dalam konteks masyarakat pedesaan yang kaya keberagaman budaya dan agama. Penelitian bertujuan mengidentifikasi strategi khusus kepala sekolah dalam membentuk karakter anak melalui pendidikan berbasis nilai. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui observasi lapangan dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa program seperti peringatan hari besar nasional dan keagamaan, literasi budaya dan agama, serta kegiatan senam dan lagu kebangsaan efektif menanamkan rasa cinta tanah air dan pemahaman spiritual pada anak-anak. Namun, keterlibatan orang tua dan masyarakat di luar sekolah masih menjadi tantangan. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komunitas untuk memperkuat penerapan nilai-nilai karakter secara konsisten. Program berbasis komunitas, seperti pelatihan orang tua atau kegiatan bersama masyarakat dapat menjadi solusi untuk mendukung keberlanjutan pendidikan karakter. Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi lembaga pendidikan lain dalam merancang strategi pendidikan karakter yang relevan dengan kondisi lokal, khususnya di wilayah pedesaan.