Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Model Kualitas Pelayanan Elderly Care Pada Rawat Jalan Berbasis Servqual di Rumah Sakit “S” Semarang Ratih Kumala Dewi; Etni Dwi Astuti; Ella Christi Viorentina
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/0sybkt09

Abstract

Peningkatan jumlah lansia menuntut adanya pelayanan kesehatan yang lebih adaptif melalui pendekatan elderly care. Kualitas pelayanan menjadi faktor penting dalam menentukan kepuasan pasien lansia, sehingga diperlukan evaluasi berbasis model SERVQUAL yang telah direorientasi sesuai kebutuhan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan elderly care pada rawat jalan di RS “S” Semarang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 80 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SERVQUAL yang telah dimodifikasi dan diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan simpangan baku serta analisis tingkat kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan secara keseluruhan berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 3,90 ± 0,30 (78,75%). Dimensi jaminan memiliki nilai tertinggi, sedangkan bukti fisik merupakan dimensi terendah. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi tenaga kesehatan sudah baik, namun fasilitas pelayanan masih perlu ditingkatkan. Kesimpulannya, kualitas pelayanan elderly care di RS “S” Semarang sudah baik, tetapi memerlukan reorientasi terutama pada aspek fasilitas dan responsivitas pelayanan guna meningkatkan kualitas layanan secara optimal.
PENGARUH KONSUMSI KURMA (PHOENIX DACTYLIFERA) TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) PADA IBU HAMIL Ratih Kumala Dewi; Etni dwi Astuti; Endah Wijayanti
Science Technology and Management Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v5i2.355

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan ibu yang berisiko terhadap ibu dan janin. Kurma (Phoenix dactylifera) merupakan buah kaya zat besi, vitamin, dan antioksidan yang berpotensi digunakan sebagai intervensi alami untuk meningkatkan kadar hemoglobin (Hb).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia.Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dengan kelompok perlakuan. Penelitian dilakukan di Puskesmas Carikan, Kabupaten Pati, melibatkan 30 ibu hamil trimester dua yang mengalami anemia ringan hingga sedang. Responden diberikan kurma sebanyak 100 gram per hari selama 14 hari berturut-turut. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.Hasil menunjukkan adanya peningkatan rerata kadar Hb dari 10,2 g/dL menjadi 11,1 g/dL setelah intervensi. Uji statistik menunjukkan peningkatan tersebut signifikan secara statistik (p < 0,05).Konsumsi kurma secara rutin dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Intervensi ini dapat menjadi alternatif alami dan mudah diimplementasikan dalam pendekatan gizi kebidanan berbasis pangan fungsional
MENGURAI TANTANGAN MENOPAUSE PREKOKS: DAMPAKNYA TERHADAP KUALITAS HIDUP WANITA Evita Aurilia Nardina; Ratih kumala Dewi; Etni Dwi Astuti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2668

Abstract

Premature menopause, occurring before the age of 40, can significantly impact women’s quality of life, encompassing physical, psychological, social, and environmental aspects. This study aims to identify factors associated with the quality of life of women experiencing premature menopause at Krobokan Public Health Center. The research design is cross-sectional, involving 98 respondents selected through purposive sampling. Quality of life was measured using the Menopause Specific Quality of Life Questionnaire (MENQOL). Chi-square test results showed significant associations between age (p-value = 0.017), educational level (p-value = 0.040), and the use of hormonal contraception (p-value = 0.027) with quality of life. However, employment and health history variables did not show significant associations (p-values = 0.061 and 0.055, respectively). These findings highlight the importance of targeted reproductive health intervention programs and education to improve the quality of life for women experiencing premature menopause.
Analisis Tren Pemanfaatan Pelayanan Keluarga Berencana oleh Pasangan Usia Subur di Fasilitas Kesehatan: Studi Berbasis Data Rekam Medis di Puskesmas Musuk Boyolali Ardiani Sulistiani; Luluk Khusnul Dwihestie; Ratih Kumala Dewi
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/jurmik.v5i1.357

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan strategi penting pemerintah Indonesia untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Namun, pemanfaatan layanan KB oleh Pasangan Usia Subur (PUS) masih menghadapi tantangan, terutama dalam penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik PUS dan tren pemanfaatan metode kontrasepsi di Puskesmas Musuk selama periode Januari 2022 hingga Desember 2024. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif retrospektif dengan analisis data rekam medis. Sampel terdiri dari 356 PUS yang tercatat menggunakan layanan KB. Hasil menunjukkan mayoritas PUS berusia ≤35 tahun (73,3%), multipara (56,7%), dan tidak bekerja tetap (59,8%). Metode kontrasepsi Non-MKJP masih dominan (67,1%), namun terdapat tren peningkatan penggunaan MKJP dari 28,2% pada 2022 menjadi 37,8% pada 2024. Temuan ini mengindikasikan adanya pengaruh positif dari upaya edukasi terkait manfaat MKJP, meskipun preferensi terhadap metode Non-MKJP tetap tinggi. Disarankan agar edukasi kepada PUS tentang efektivitas dan keamanan MKJP terus ditingkatkan, serta pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pelibatan tokoh masyarakat diperkuat untuk mendukung pencapaian tujuan program KB secara lebih optimal.