Latar Belakang: Kualitas organisasi kesehatan masyarakat atau rumah sakit sangat tergantung pada pemilik, kemampuan para pekerja memuaskan klien, efektivitas organisasi, iklim kompetitif dan fleksibel. Tujuan: Mengetahui hubungan faktor-faktor dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di RS Permata Bunda, Purwodadi. Metode Penelitian: Korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pasien rawat inap pada bulan Januari 2019 sebanyak 303 orang. Populasi perawat pada bulan Pebruari 2019 sebanyak 144 orang.Sampel pasien menggunakan simple random sebanyak 99 responden. Sampel perawat menggunakan purposive sampel sama dengan jumlah total responden. Kriteria sampel pasien: (a) inklusi: tingkat pendidikan minimal SMP, usia 21-55 tahun, rawat inap minimal 3 hari di RS Permata Bunda, penilaian kepuasan saat pasien akan pulang. (b) Kriteria eksklusi: pasien ketergantungan penuh, penurunan kesadaran, APS. Kriteria inklusi sampel perawat: bekerja minimal 1 tahun di RS Permata Bunda, dalam keadaan sehat dan aktif. Pengambilan data menggunakan list data perawat dan lembar kuesioner untuk kepuasan pasien. Analisa data menggunakan chi square dengan tingkat kepercayaan 95%, p value 0,05. Hasil: (1) Terdapat hubungan antara ketersediaan tenaga keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap, p value chi square 0,000 0,05. (2) Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan perawat dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap, p value chi square 0,000 0,05. (3) Terdapat hubungan antara pelatihan manajemen dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap,. p value chi square 0,000 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan antara faktor-faktor ke dengan kepuasan pasien di RS Permata Bunda, Purwodadi