Usaha keripik singkong “MORO SENENG” merupakan salah satu UMKM di Kabupaten Lampung Timur yang mengolah ubi kayu sebagai keripik singkong. Diketahui bahwa usaha keripik “MORO SENENG” perhitungannya masih menggunakan metode tradisional, hal ini masih menjadi kendala untuk menentukan harga jual produk. Akuntansi biaya tradisional, biaya overhead pabrik dialokasikan berdasarkan unit misalnya jam tenaga kerja langsung, jam mesin ataupun unit bahan baku yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perhitungan harga pokok produksi produk keripik dengan metode full costing dan variable costing terhadap besarnya laba pada usaha keripik singkong “MORO SENENG”. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan analisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui perhitungan biaya produksi yang dilakukan dengan metode full costing pada Usaha Keripik Singkong “MORO SENENG” ialah dengan menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi keripik singkong. Adapun biaya yang dibebankan pada saat produksi adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead yang meliputi biaya overhead variabel yaitu biaya listrik, biaya solar, biaya kayu bakar, sedangkan untuk biaya overhead tetap yaitu biaya perawatan dan pemeliharaan mesin, dan biaya penyusutan peralatan, mesin, gedung dan bangunan. Perhitungan biaya produksi yang dilakukan dengan metode variable costing pada Usaha Keripik Singkong “MORO SENENG” ialah dengan menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi keripik singkong. Adapun biaya yang dibebankan pada saat produksi adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead yang meliputi biaya overhead variabel yaitu biaya listrik, biaya solar, biaya kayu bakar.