Surya, Budi Widarsa
STMIK Sumedang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI DAN IMPLEMENTASI BALANCE SCORECARD DALAM PERANCANGAN RENCANA STRATEGIS SISTEM INFORMASI (STUDI KASUS PADA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS PADJADJARAN) Surya, Budi Widarsa
Infoman's Vol 3 No 2 (2009): Infoman's
Publisher : STMIK Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33481/infomans.v3i2.139

Abstract

Balance scorecard terdiri dari dua buah kata, yaitu balance dan scorecard. Jika diartikan perkata bahwa kata balanced (berimbang) berarti adanya keseimbangan antara performance keuangan dan non-keuangan, antara performance jangka pendek dan performance jangka panjang, dan antara performance yang bersifat intern dan performance yang bersifat ektern, sedangkan Scorecard (kartu skor) adalah kartu yang digunakan untuk mencatat skor performance seseorang. Kartu skor juga dapat digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan oleh seseorang di masa depan. Namun dalam perkembangannya Balance Scorecard lebih dimanfaatkan sebagai alat yang efektif untuk perencanaan strategik, yaitu sebagai alat untuk menterjemahkan misi, visi, peran kunci, faktor penentu keberhasilan, tujuan, tolok ukur & target kinerja serta tindakan perbaikan kedalam rencana tindakan (action plan) yang komprehensip, koheren, terukur dan berimbang. Penggunaan balance scorecard disini lebih ditekankan untuk digunakan lebih spesifik dalam menentukan jenis atau karakteristik sistem informasi yang harus muncul sebagai cikal bakal/awal jenis ataupun kategori sistem informasi yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai awal ataupun titik pangkal pemetaan sistem informasi ke arah yang lebih luas lagi, yaitu blue print/cetak biru perencanaan sistem dan teknologi informasi.
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KONTRAK BERBASIS OBJEK DI BAGIAN PERENCANAAN DAN ADMINISTRASI KONTRAK PT. PLN J&P (PERSERO) – UNIT PRODUKSI CITARUM Surya, Budi Widarsa
Infoman's Vol 4 No 1 (2010): Infoman's
Publisher : STMIK Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33481/infomans.v4i1.144

Abstract

Fungsi teknologi informasi (TI) akan semakin terasa manakala TI menjadi suatu solusi, ataupun menjadi alat pembantu yang dapat meringankan beban kerja manusia, dikala otak dan pikiran yang mempunyai keterbatasan sudah tidak dapat lagi mengerjakan pekerjaan yang banyak, monoton, butuh kecepatan, maupun butuh kecermatan berhitung. Mesin seperti halnya computer, dianggap dapat menanggulangi keterbatasan-keterbatasan tersebut. Disinilah nilai tambahnya, yang mengakibatkan TI menjadi tren untuk mempermudah dan mempercepat suatu pekerjaan. Penelitian ini membahas tentang Perancangan Sistem Informasi Administrasi Kontrak berbasis Objek di Bagian Perencanaan dan Administrasi Kontrak PT. PLN J&P (Persero) – Unit Produksi Citarum. Struktur penulisannya merupakan hasil modifikasi template Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak (gl01) milik Institut Teknologi Bandung (ITB), diharapkan akan lebih memperjelas struktur penulisan penelitian ini. Sistem informasi administrasi kontrak, mencatat keterhubungan antar surat masuk dan surat keluar sehingga didapat keterhubungan atau kesinambungan pekerjaan dari awal sampai dengan akhir, yaitu yang diawali dengan surat penawaran kerja sampai dengan keluarnya surat perintah kerja. Surat lain yang tidak terdapat keterhubungan tidak akan diproses untuk lebih lanjut, jadi hanya sebatas pencatatan saja. Namun pada administrasi kontrak, selain mencatat keterhubungan antar surat, didapati pula perhitungan pendapatan suatu pekerjaan sehingga fungsi monitoring dan evaluasi dapat terealisasi. Perancangan sistem dilakukan dengan pendekatan objek, meskipun pada implementasi masih menggunakan bahasa yang belum berbasis objek murni. Dalam persuratan, arsip fisik tidak dapat dihilangkan atau harus tetap ada karena merupakan bukti otentik yang sah. Jadi fungsi digitalisasi hanya sebatas kemudahan, kecepatan, dan ketepatan atau kecermatan, dan kesemuanya tidak terlepas dari kecekatan user dalam mengarsipkan manual dan digital