Rae Azhar
UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Wukuf di Arafah sebagai Media Pembentukan Karakter Muslim: Kajian Nilai-Nilai Spiritual dan Sosial dalam Perspektif Islam Rae Azhar; Agus Salim Lubis
INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2025): INKLUSIF: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wukuf in Arafah, as the core of the Hajj, has not been studied in depth in relation to the formation of Muslim character and the actualization of spiritual and social values in contemporary life. This article aims to examine the spiritual and social meaning of wukuf in Arafah based on the experience of pilgrims from the city of Padangsidimpuan, as well as its relevance in the formation of authentic and applicable Islamic character in contemporary life. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews with pilgrims from Padangsidimpuan City. Data analysis was carried out through the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions according to the Miles and Huberman model. The results of the study show that wukuf is not only the peak of ritual hajj, but also a reflective moment that gives birth to self-awareness, a sense of repentance, and existential closeness to Allah SWT. This process internalizes Islamic values such as sincerity, patience, and responsibility, which are reflected in behavior change and improvement in the quality of worship after returning from Hajj. Socially, the experience of wukuf shapes equality, solidarity, and concern between worshippers, which continues in the community life in Padangsidimpuan. This research also shows the relevance of these values in facing the challenges of contemporary Muslim life. The main conclusion highlights that wukuf in Arafah is a transformative moment that shapes the character of Muslims spiritually and socially through the internalization of Islamic values and solidarity. Wukuf di Arafah, sebagai inti ibadah haji, belum banyak dikaji secara mendalam dalam kaitannya dengan pembentukan karakter Muslim dan aktualisasi nilai-nilai spiritual serta sosial dalam kehidupan kontemporer. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji makna spiritual dan sosial wukuf di Arafah berdasarkan pengalaman jemaah haji asal Kota Padangsidimpuan, serta relevansinya dalam pembentukan karakter keislaman yang otentik dan aplikatif dalam kehidupan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap jemaah haji asal Kota Padangsidimpuan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan sesuai model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wukuf bukan hanya puncak ibadah haji secara ritual, tetapi juga momen reflektif yang melahirkan kesadaran diri, rasa tobat, dan kedekatan eksistensial dengan Allah SWT. Proses ini menginternalisasi nilai-nilai keislaman seperti keikhlasan, kesabaran, dan tanggung jawab, yang tercermin dalam perubahan perilaku dan peningkatan kualitas ibadah setelah kembali dari haji. Secara sosial, pengalaman wukuf membentuk kesetaraan, solidaritas, dan kepedulian antar jemaah, yang terus berlanjut dalam kehidupan bermasyarakat di Padangsidimpuan. Penelitian ini juga menunjukkan relevansi nilai-nilai tersebut dalam menghadapi tantangan kehidupan Muslim kontemporer. Kesimpulan utama menyoroti bahwa wukuf di Arafah merupakan momen transformatif yang membentuk karakter Muslim secara spiritual dan sosial melalui internalisasi nilai-nilai keislaman dan solidaritas.