This article examines the role of educators in muzakarah activities as an effort to improve the quality of student learning. Muzakarah is viewed as a dialogical learning method that emphasizes active participation, discussion, and deliberation in understanding learning materials. This study employs a library research approach by analyzing various relevant literature sources, including books, scientific journals, and academic articles. The findings indicate that educators play a strategic role as facilitators, instructional designers, and managers of classroom dynamics in the implementation of muzakarah. Muzakarah activities contribute to the enhancement of students’ cognitive abilities, such as critical thinking and conceptual understanding, as well as affective abilities, including tolerance, collaboration, and academic responsibility. Despite several challenges in its implementation, muzakarah remains a relevant approach to be developed with adequate pedagogical competence from educators. Therefore, muzakarah can serve as an effective and sustainable alternative learning strategy. Artikel ini membahas peran tenaga pendidik dalam kegiatan muzakarah sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. Muzakarah dipandang sebagai metode pembelajaran dialogis yang menekankan partisipasi aktif, diskusi, dan musyawarah dalam memahami materi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tenaga pendidik memiliki peran strategis sebagai fasilitator, perancang strategi pembelajaran, dan pengelola dinamika kelas dalam pelaksanaan muzakarah. Kegiatan muzakarah terbukti berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan kognitif siswa, seperti berpikir kritis dan pemahaman konseptual, serta kemampuan afektif, seperti sikap toleransi, kerja sama, dan tanggung jawab akademik. Meskipun menghadapi berbagai tantangan dalam penerapannya, muzakarah tetap relevan untuk dikembangkan dengan dukungan kompetensi pedagogik tenaga pendidik. Oleh karena itu, muzakarah dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan.