Zainul Abidin
Fakultas Teknik Unisda Lamongan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Arahan Penataan Kampung Tradisional Wisata Batik Sendang Duwur Lamongan Yayuk Sri Rahayu; Zainul Abidin
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 1 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v1i1.2524

Abstract

Kampung Wisata Sendang Duwur Batik adalah kota yang tumbuh di antara desa-desa desa di Jawa. Pariwisata Batik Sendang Duwur adalah kota tradisional yang menyimpan warisan budaya fisik dan non-fisik. Potensi budaya dan kearifan lokal untuk bidang pariwisata budaya masih tinggi, bahkan dapat menjadi kecenderungan pariwisata di masa depan dan budaya belum dikelola dan dikelola secara optimal. Ini dapat dilihat di desa-desa wisata yang hampir kehilangan karakter asli mereka. Oleh karena itu, perlu untuk memulai pola pengembangan wisata yang membuat budaya objek wisata di Kampung Batik Sendang Duwur. Pengembangan kota wisata ini sejalan dengan misi kota Lamongan sebagai kota budaya dan wisata yang ditandai dengan aksentuatasi Jawa dan melestarikan aset budaya, baik yang berwujud dan tidak berwujud. Konsep pengorganisasian daerah Kauman Batik Wisata Kampung untuk mengkonversi daerah tersebut (terlihat) dan harus dapat melayani pengguna dan, dengan nyaman, untuk mengunjungi (layak huni dan berjalan). Alamat pembuangan Desa Wisata Sendang Duwur Batik dilakukan melalui penguatan tempat-tempat wisata dan pengaturan tempat wisata. Alamat konfigurasi ini harus dapat memanfaatkan warisan budaya sebagai objek wisata sambil melakukan perlindungan terhadap warisan budaya. Perencanaan area yang tepat akan menjadi objek wisata dan akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal dan kualitas budaya di wilayah tersebut.
ANALISIS PREDIKSI POTENSI AKUIFER DENGAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS SOUNDING (STUDI KASUS DI KABUPATEN MOJOKERTO) Lutfil Abid; Zainul Abidin
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 1 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v1i2.2680

Abstract

Penggunaan air dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang semakin pesat. Kondisi ini berbanding terbalik dengan ketersediaan sumber air yang semakin terbatas. Oleh karena itu, diperlukan kajian potensi air tanah pada setiap daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). Menginterpretasi data resistivitas geolistrik sounding menggunakan software IP2WIN untuk mengetahui prediksi potensi akuifer di Desa Sumberwuluh Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto. 2). Menginterpretasi data resistivitas geolistrik sounding menggunakan software RES2DINV untuk mengetahui prediksi potensi akuifer di Desa Sumberwuluh Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto. 3). Mengevaluasi hasil perbandingan antara software IP2WIN dan RES2DINV. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah software IP2WIN dan RES2DINV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Berdasarkan pengolahan data software IP2WIN menunjukkan satu lapis batuan. Lapisan dengan resistivitas semu (⍴) = 68,5 Ω m, ketebalan (h) = 0,758 m dan kedalaman (d) = 0,758 m. Dengan kedalaman 0,758 m, maka diprediksi hanya air resapan dan bukan berpotensi sebagai akuifer. 2). Berdasarkan pengolahan data software RES2DINV menunjukkan nilai resistivitas sebesar 1,75 – 35 Ω m. Nilai resisitivitas 1,75 – 4,12 Ω m merupakan lapisan dengan kandungan air tanah dengan warna kontur biru. Kedalaman mencapai 70,7 – 85,4 dengan warna kontur biru yang diperkirakan air tanah dan berpotensi sebagai akuifer. 3). Evaluasi hasil perbandingan pengolahan data antara software IP2WIN dengan RES2DINV menunjukkan bahwa software RES2DINV lebih baik dalam memprediksi potensi akuifer.
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN HIBAH PERLUASAN GEDUNG SABHARA POLRES LAMONGAN Muhammad Fikrul Umam; Zainul Abidin; Anugrah Lustri Wijaya
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v2i2.3533

Abstract

Pada masa pelaksanaan proyek konstruksi sering terjadi ketidaksesuaian antara jadwal rencana dan realisasi di lapangan yang dapat mengakibatkan pertambahan waktu pelaksanaan dan pembengkakan biaya pelaksanaan sehingga penyelesaian proyek menjadi terhambat. Penyebab keterlambatan yang sering terjadi adalah akibat pengaruh faktor cuaca, kurang memadainya kebutuhan pekerja, material ataupun peralatan, kesalahan perencana atau spesifikasi. Keterlambatan dalam pelaksanaan proyek konstruksi dapat diatasi dengan melakukan percepatan dalam pelaksanaannya agar dapat mencapai target rencana. Namun dalam pengambilan tentu harus memperhatikan faktor pembiayaan sehingga hasil yang diharapkan yaitu biaya minimum tanpa mengabaikan mutu sesuai standar yang diinginkan. Salah satu metode percepatan durasi yang dapat digunakan adalah metode pertukaran waktu dan biaya atau time cost trade off. Tujuan dari metode ini adalah mempercepat waktu pelaksanaan proyek dan menganalisis pengaruh waktu dapat dipersingkat dengan penambahan biaya sehingga dapat diketahui percepatan yang paling maksimum dan biaya yang paling minimum. Perhitungan dimulai dengan mencari lintasan kritis dan kemudian dilakukan crashing untuk mendapatkan cost slope. Dari hasil analisis yang didapat pada penambahan empat jam kerja dengan penambahan biaya sebesar Rp 171.710.600,59 dari biaya normal sebesar Rp 781.214.096,04 menjadi sebesar Rp 952.924.696,63 dan pengurangan waktu selama 11 hari dari waktu normal 128 hari menjadi 117 hari, sedangkan hasil yang didapat pada penambahan tujuh jam kerja dengan penambahan biaya sebesar Rp 212.726.204,59 dari biaya normal sebesar Rp 781.214.096,04 menjadi sebesar Rp 993.940.300,63 dan pengurangan waktu selama 8 hari dari waktu normal 128 hari menjadi 120 hari