Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Stroke Iskemik Lidya Dewi; Elvi Fitraneti
Scientific Journal Vol. 3 No. 6 (2024): SCIENA Volume III No 6, November 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i6.173

Abstract

Massa intra abdomen selalu menjadi polemik dalam tindakan bedah. Sebagian besar massa intraabdomen tidak dapat diraba karena letaknya yang jauh didalam. Fine needle aspiration biopsy (FNAB) merupakan prosedur untuk menentukan diagnosis awal pasien dengan massa yang teraba superfisial, massa kistik dan massa yang tidak dapat diraba yang terletak jauh didalam (profunda) dengan panduan radiologis. Ultrasonografi (USG) adalah modalitas pencitraan yang ideal sebagai alat pemandu biopsi dengan berbagai keuntungan yaitu tidak adanya radiasi, kurangnya agen kontras nefrogenik, ekonomis, portabel, dan dapat memberikan panduan dalam berbagai bidang seperti transversal, longitudinal dan obliq. Prosedur FNAB massa intrabdomen dipandu USG meliputi persiapan pasien, posisi pasien, pemilihan jarum biopsi, penempatan jarum dan teknik pengambilan sampel. Disamping itu dilakukan monitor pasien setelah prosedur biopsi, penanganan sampel dan penilaian adekuasi sampel. Ahli patologi berperan dalam evaluasi on site agar dapat memberikan umpan balik terhadap kualitas sampel yang diperoleh.
Penyuluhan Kesehatan dalam Rangka Hari Ginjal Sedunia Tahun 2025 "Deteksi Dini, Menjaga Kesehatan Ginjal" Elvi Fitraneti; Lidia Dewi; Boy Hutaperi Hutaperi; Abdul Raziq Jamil; Jon Hadi
Abdika Sciena Vol 3 No 1 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 1, Juni 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i1.261

Abstract

Hari Ginjal Sedunia tahun 2025 mengusung tema “Deteksi Dini, Menjaga Kesehatan Ginjal” yang menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan ginjal serta pencegahan penyakit ginjal kronis (PGK). Program penyuluhan kesehatan ini bertujuan memberikan informasi yang tepat mengenai faktor risiko, tanda awal, serta langkah pencegahan gangguan ginjal melalui ceramah, diskusi interaktif, dan pemeriksaan kesehatan. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum, khususnya kelompok berisiko tinggi seperti lansia, penderita hipertensi, diabetes, maupun individu dengan riwayat keluarga penyakit ginjal. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, sesi tanya jawab, serta pembagian media edukasi untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong perubahan gaya hidup sehat. Melalui deteksi dini dan tindakan pencegahan, diharapkan angka kejadian PGK dapat ditekan, hasil pengobatan ditingkatkan, dan kualitas hidup tetap terjaga. Kegiatan ini menegaskan peran penyuluhan kesehatan sebagai upaya preventif sekaligus langkah nyata dalam mendukung gerakan global menjaga kesehatan ginjal.