p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Scientific Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Status Kognitif Lansia Berdasarkan Pemeriksaan MoCA-Ina dan Karakteristiknya di Puskesmas Lubuk Buaya Padang Annisa Syazatul Isny; Fredia Heppy; Ruhsyahadati
Scientific Journal Vol. 3 No. 6 (2024): SCIENA Volume III No 6, November 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i6.178

Abstract

Latar belakang: Penuaan adalah proses alami yang memengaruhi tubuh manusia secara fisik dan fisiologis. Secara fisik, perubahan meliputi munculnya kerutan, rambut beruban, dan penurunan fungsi organ sensorik. Sementara itu, secara fisiologis, penuaan sering ditandai dengan penurunan fungsi kognitif, termasuk kemampuan berpikir, mengingat, dan mengambil keputusan. Tujuan: Mengetahui gambaran status kognitif lansia berdasarkan pemeriksaan MoCA-Ina dan karakteristiknya di Puskesmas Lubuk Buaya Padang.Metode: Jenis rancangan penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah subjek di Puskesmas Lubuk Buaya Padang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah 95 subjek. Hasil: Sebagian besar subjek pada penelitian ini mengalami gangguan kognitif ringan serta paling banyak terjadi pada kelompok lansia muda sebanyak (60,3%), dengan mayoritas laki-laki (69,6%), tidak memiliki riwayat penyakit keluarga (63,2%), tingkat pendidikan rendah (66,7%), tidak bekerja (67,9%), melakukan aktivitas harian mandiri (60,7%), memiliki riwayat penyakit kronis (59,3%), tidak merokok (60,5%), tidak berolahraga (61%), aktif dalam kegiatan sosial (59,6%), tingkat kerapuhan normal (57,1%). Kesimpulan: Pada penelitian ini sebagian besar subjek yang mengalami gangguan kognitif ringan adalah subjek kelompok lansia muda, jenis kelamin laki- laki, tidak memiliki riwayat keluarga demensia/Alzheimer, tingkat pendidikan rendah, tidak bekerja, aktivitas harian mandiri, memiliki riwayat penyakit kronis, tidak ada riwayat merokok, tidak berolahraga, aktif dalam kegiatan sosial, tingkat kerapuhan normal.
Korelasi Lama Terapi Hemodialisis dengan Skor Geriatric Depression Scale (GDS) pada Lansia Penderita Penyakit Ginjal Kronik (PGK) di RSUP Dr. M. Djamil Padang Regina Zenia Wulandari; Fredia Heppy; Yusti Siana
Scientific Journal Vol. 4 No. 4 (2025): SCIENA Volume IV No 4, July 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i4.251

Abstract

Latar belakang: Depresi merupakan gangguan suasana hati yang sering ditemukan pada pasien geriatri. Terdapat tiga stressor yang sering berperan dalam kejadian depresi pada pasien geriatri, seperti gangguan fungsional, kondisi fisik medis, pengobatan atau tatalaksana medis jangka panjang yang dijalani pasien. Hemodialisis merupakan salah satu tatalaksana medis jangka panjang pada pasien penyakit ginjal kronik stadium terminal. Ketergantungan pada mesin dialisis sepanjang hayat berisiko menimbulkan perasaan tertekan dan ketidaknyamanan serta kelelahan yang merupakan ciri khas depresi secara umum. Berdasarkan studi terdahulu diperoleh hubungan lama terapi hemodialisis dengan risiko kejadian depresi.  hasil kuesioner Geriatric depression scale. Sedangkan studi korelasi lama terapi hemodialisis dengan skor geriatric depression scale. Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara lama terapi hemodialisis dengan skor Geriatric Depression Scale pada lansia penderita penyakit ginjal kronik. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain penelitian potong lintang. Responden penelitian berjumlah 33 orang. Teknik pengambilan sampel dengan metode consecutive sampling. Metode penelitian: Pengumpulan data menggunakan kuesioner Geriatric Depression Scale untuk menentukan skor dan derajat depresi pada lansia. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS. Hasil Penelitian : Mayoritas responden lansia muda, jenis kelamin laki-laki 84,8% dan tingkat pendidikan menengah 51,5%, telah menikah 75,8%, semua responden tidak bekerja, tidak memiliki pengasuh profesional, dan tidak berpenghasilan 100%, serta penyakit yang mendasari utama yaitu hipertensi 51,5% dan diabetes melitus 27,7%, rerata lama hemodialisis pada lansia dan skor GDS yaitu 5,18 bulan dan 21,73. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi range spearman menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama hemodialisis dengan skor GDS pada pasien lansia dengan PGK di RSUP Dr. M. Djamil Padang (p=0,17 dan r=0,23). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama hemodialisis dengan skor GDS pada pasien lansia dengan PGK di RSUP Dr. M. Djamil Padang.