p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Scientific Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Infeksi Luka Bakar, Mikrobioma dan Penggunaan Mikroorganisme Teraupetik dalam Pengendalian Infeksi Luka Bakar Deddy Saputra
Scientific Journal Vol. 4 No. 4 (2025): SCIENA Volume IV No 4, July 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i4.250

Abstract

Luka bakar menimbulkan risiko tinggi infeksi akibat kerusakan struktur pelindung kulit dan terjadinya disfungsi sistem imun. Terapi konvensional seperti eksisi eschar, perawatan luka dengan pemilihan terapi topikal dan antibiotik sistemik saat ini terbatas efektivitasnya karena resistensi antimikroba. Tujuan kajian literatur ini adalah untuk meninjau potensi probiotik dan terapi bakteriofag sebagai mikroorganisme terapeutik dalam pengendalian infeksi luka bakar. Analisis mencakup studi pra-klinis pada hewan dan uji klinis skala kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi topikal probiotik, misalnya Lactobacillus plantarum, Enterococcus mundtii dan bakteriofag dapat menurunkan jumlah bakteri, memperbaiki hasil akhir cangkok kulit, dan mempercepat penyembuhan luka pada model hewan. Probiotik dan bakteriofag menawarkan alternatif sebagai terapi adjuvan yang menjanjikan untuk infeksi luka bakar, terutama melawan patogen multiresisten. Diperlukan uji klinis terstandar berskala besar untuk memvalidasi keamanan, efektivitas, dan prosedur aplikasi sebelum integrasi ke praktik klinik.
Kontraktur Sendi pada Pasien Riwayat Luka Bakar Deddy Saputra
Scientific Journal Vol. 5 No. 3 (2026): SCIENA Volume V No 3, May 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i3.368

Abstract

Kontraktur sendi pasca luka bakar terjadi akibat pemendekan dan pengerasan jaringan parut selama proses penyembuhan, yang sering melibatkan fase inflamasi, proliferasi, kontraksi, dan remodeling. Di negara berkembang seperti Indonesia, keterbatasan akses rehabilitasi dan tindak lanjut yang kurang optimal meningkatkan risiko kontraktur permanen. Tulisan ini bertujuan mengkaji definisi, patofisiologi, klasifikasi, pencegahan, dan terapi kontraktur sendi pada pasien riwayat luka bakar untuk memperkuat dasar ilmiah dalam peningkatan pelayanan dan pencegahan kecacatan jangka panjang. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dari sumber primer dan sekunder terkini, termasuk pedoman WHO, jurnal bedah plastik rekonstruksi, serta studi lokal dan internasional tentang evaluasi dan manajemen kontraktur. Kontraktur dapat diklasifikasi menjadi ekstrinsik dan intrinsik, serta menurut jaringan penyebab (dermogen, tendogen, arthrogen). Penatalaksanaan meliputi pencegahan primer hingga tersier: pembidaian, posisi preventif, latihan rentang gerak, terapi tekanan, pijat, dan pelembap. Bila kontraktur sudah terbentuk, intervensi operatif seperti Z-plasty, skin graft, flap lokal atau free flap, serta ekspansi jaringan menjadi pilihan, didukung rehabilitasi multidisiplin. Pendekatan multidisiplin yang dimulai sejak fase akut luka bakar krusial untuk mencegah kontraktur. Intervensi pencegahan dan kuratif yang tepat waktu dapat meminimalkan disabilitas jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup pasien.